Sekjen PBB: Motif pembunuhan pada anak-anak Palestina sangat tidak masuk akal

- Jumat, 12 Agustus 2022 | 16:54 WIB
Ilustrasi serangan Israel ke Rumah Sakit Gaza, Palestina (Twitter @SydZainRaza)
Ilustrasi serangan Israel ke Rumah Sakit Gaza, Palestina (Twitter @SydZainRaza)

Hops.ID - Hampir 40 anak Palestina telah tewas terbunuh sepanjang tahun ini, dan dalam banyak insiden, pasukan Israel tampaknya menggunakan kekuatan mematikan dengan cara yang melanggar hukum hak asasi manusia internasional.

Hal tersebut diungkap Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia, Michelle Bachelet. Pada Kamis 11 Agustus 2022, dia menyerukan kewaspadaan pada sejumlah besar warga Palestina di wilayah yang diduduki Israel sejauh tahun ini.

“Menyakiti anak-anak mana pun, selama konflik, itu sangat mengganggu, dan pembunuhan serta melukai banyak anak tahun ini, sangat tidak masuk akal,” kata Bachelet, dilansir Hops.ID dari Al Jazeera, Jumat 12 Agustus 2022.

Baca Juga: Front Rakyat untuk Pembebasan Palestina: Kami akan pertahankan Palestina dengan berbagai cara!

Usai 19 anak-anak Palestina tewas di wilayah yang diduduki Israel pada minggu lalu, kini jumlah kematian anak-anak sejak awal tahun menjadi 37 orang.

Sebelumnya, Pasukan Israel melancarkan pemboman di Gaza, meratakan bangunan, dan menyerang kamp-kamp pengungsi di seluruh wilayah.

Mereka mengatakan, serangan itu menargetkan anggota kelompok bersenjata dari Jihad Islam, termasuk komandan senior kelompok tersebut.

Meski demikian, para pejabat Palestina mengatakan mayoritas dari mereka yang tewas adalah warga sipil.

Baca Juga: Dampak perang Rusia-Ukraina, krisis pangan di Palestina makin parah

Halaman:

Editor: Dion Yudhantama

Sumber: Al Jazeera

Tags

Artikel Terkait

Terkini