Sindiran nyelekit untuk KPK yang tak kunjung tuntaskan kasus Formula E

- Rabu, 31 Agustus 2022 | 09:50 WIB
Meski telah diteken 3 musim, Formula E tak wajib dilanjutkan.  (Instagram @fiaformulae)
Meski telah diteken 3 musim, Formula E tak wajib dilanjutkan. (Instagram @fiaformulae)

Hops.ID - Pengamat Kebijakan Publik Amir Hamzah turut berpendapat soal kasus Formula E.

Ia menilai pendapat yang diutarakan PDIP dan PSI terkait terselenggaranya interpelasi merupakan sebuah kewajaran. Hal itu dikarenakan LPJ Formula E yang tak kunjung dipublikasikan.

“Saya kira pendapat PDIP dan PSI cukup wajar. Pendapat ini punya dua makna. Pertama, karena kasus formula E ini sedang ditangani oleh KPK," kata Amir Hamzah.

"Maka adalah sangat wajar bila DPRD menahan diri sementara waktu untuk merespons usul dari Jakpro sepanjang itu berkaitan dengan persoalan Formula E khususnya yan menyangkut sisa comitmet fee," lanjut Amir Hamzah.

Baca Juga: Formula E diteken berjalan selama 3 musim, pengamat: Harusnya PJ Gubernur DKI Jakarta evaluasi apa manfaatnya

“Kedua pendapat PDIP dan PSI ini dapat dimaknai pula sebagai sindiran kepada KPK untuk segera menuntaskan penanganan mereka terhadap adanya indikasi korupsi yang terjadi dalam penyelenggaraan formula E ini," katanya.

"Bila Gerindra berpendapat bahwa apa yang dilakukan oleh PDIP dan PSI itu adalah sebuah kegaduhan maka pendapat ini pun punya dua makna," sambungnya.

Ia kemudian mengkiritisi sikap Gerindra terhadap penanganan kasus Formula E. Menurutnya, partai tersebut sebaiknya menunggu langkah dari KPK dan menjaga kekompakan Anies Ariza hingga akhir masa jabatan.

Baca Juga: Massa gelar aksi peragakan pocong gentayangan, sindir nurani KPK dalam penyelidikan kasus Formula E

Halaman:

Editor: Ratih Nugraini

Sumber: Rumah Politik Indonesia

Tags

Artikel Terkait

Terkini