Tindak lanjut kasus kejahatan eksploitasi seksual terhadap anak di Jakarta, Polda Metro Jaya: Kami sudah...

- Kamis, 22 September 2022 | 11:26 WIB
Konferensi pers Subdit Renakta Direktorat Reserse Kriminal Polda Metro Jaya ungkap tersangka kasus kejahatan eksploitasi seksual terhadap anak (Instagram @kabarnegri)
Konferensi pers Subdit Renakta Direktorat Reserse Kriminal Polda Metro Jaya ungkap tersangka kasus kejahatan eksploitasi seksual terhadap anak (Instagram @kabarnegri)

Hops.ID - Indonesia sedang darurat kejahatan seksual. Seakan-akan perempuan tidak aman. Sekitar dua bulan lalu, ada laporan ke Polda Metro Jaya mengenai kasus kejahatan eksploitasi seksual terhadap seorang anak yang masih di bawah umur.

Penyidik pun mengusut kasus ini dengan seksama. Penyidik berusaha mencari alat bukti yang sah, agar segera dapat menetapkan tersangka dalam kasus eksploitasi seksual tersebut.

Selang beberapa bulan setelah laporan masuk. Subdit Renakta Direktorat Reserse Kriminal Polda Metro Jaya menggelar konferensi pers kasus remaja berinisial NAT (15) yang dieksploitasi secara seksual untuk menjadi Pekerja Seks Komersial (PSK) di Jakarta.

"Ada dua tersangka yang ditetapkan sebagai tersangka oleh Subdit Renakta Direktorat Reserse Kriminal Umum," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan, Rabu, 21 September 2022.

Baca Juga: 13 Tahun menjalani biduk rumah tangga, Christian Sugiono blak-blakan cerita soal pernikahan

"Pertama seorang perempuan berinisial EMT dan satu orang lagi tersangka berjenis kelamin laki-laki RR alias Ivan," tambahnya, sebagaimana dikutip Hops.ID dari Instagram Kabar Negri, Kamis, 22 September 2022.

Sementara itu, penyidik ​​sudah mengantongi dua alat bukti untuk meningkatkan status EMT dan RR dari terlapor menjadi tersangka. Zulpan mengatakan unsur pasal yang dituduhkan sudah terpenuhi.

Pertemuan tersebut dihadiri oleh perwakilan dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dan perwakilan dari Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) DKI Jakarta. Dihadiri juga oleh Plh Kasubdit Renakta.

Dalam kasus ini para tersangka dijerat dengan Pasal 76 I Jo Pasal 88 UU No. 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan/atau Pasal 12 dan/atau Pasal 13 UU No. 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS). Tersangka dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun penjara.

Halaman:

Editor: Wefni Azlen

Sumber: Instagram @Kabar Negeri

Tags

Terkini