Kematian Mahsa Amini picu gejolak di Iran, AS turun tangan bak pahlawan kesiangan

- Jumat, 23 September 2022 | 06:50 WIB
Buntut kematian Mahsa Amini ini memicu gelombang kemarahan di seluruh Iran. (Twitter @ejazmalikzada)
Buntut kematian Mahsa Amini ini memicu gelombang kemarahan di seluruh Iran. (Twitter @ejazmalikzada)

Hops.ID - Pemerintahan Joe Biden memberikan sanksi kepada polisi moral atas dugaan pelanggaran dan kekerasan terhadap wanita, Mahsa Amini, dan pengunjuk rasa Iran lainya.

Diketahui belakangan orang-orang Iran turun ke jalan buntut kematian Mahsa Amini, yang berusia 22 tahun. Kematiannya itu usai ditangkap karena pakaian yang tidak sesuai.

Buntut kematian Mahsa Amini ini memicu gelombang kemarahan di seluruh Iran, serta kecaman global. Pada hari Kamis, Departemen Keuangan AS memberikan sanksi kepada polisi moral Iran.

Baca Juga: Venezuela tegas katakan sanksi AS berdampak pada lonjakan emigrasi

Mahsa Amini adalah seorang wanita pemberani, kematiannya dalam tahanan Polisi Moral merupakan tindakan brutal rezim Iran terhadap rakyatnya sendiri,” kata Menteri Keuangan Janet Yellen, dilansir Hops.ID dari Al Jazeera, Jumat 23 September 2022.

Namun belum lama ini seorang pejabat polisi Iran membantah bahwa Amini dipukuli dalam tahanan. Kepala polisi Teheran, Brigadir Jenderal Hossein Rahimi, mengatakan pada hari Senin 19 September 2022.

"Dia ditahan karena mengenakan celana ketat, dan mengenakan jilbabnya dengan tidak benar. Dengan demikian klaim bahwa dia dianiaya sepenuhnya salah," katanya.

Baca Juga: PM Palestina sebut Israel telah langgar perjanjian damai dan tidak menghormati hukum internasional

Pada hari Kamis 22 September 2022, Korps Pengawal Revolusi Islam Iran (IRGC) juga meminta pengadilan untuk mengadili orang-orang yang menyebarkan berita palsu.

Halaman:

Editor: Ratih Nugraini

Sumber: Al Jazeera

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Golkar Tegaskan KIB Tetap Solid

Kamis, 6 Oktober 2022 | 16:31 WIB