Mengenal Mahsa Amini, aktivis Iran yang tewas dianiaya polisi Iran karena tak berhijab

- Jumat, 23 September 2022 | 08:27 WIB
Mahsa Amini tewas ditembak Polisi Irak, foto: Instagram
Mahsa Amini tewas ditembak Polisi Irak, foto: Instagram

Hops.ID - Mahsa Amini, merupakan seorang gadis cantik nan belia dari Timur Tengah tepatnya Iran, yang telah viral di seluruh dunia setelah kematiannya akibat diculik dan dianiyaya oleh tentara perbatasan Iran pada 16 September 2022 lalu.

Kasus ramai ini, diduga semenjak adanya krisis internet, korupsi berlebihan dan aksi tirani dari pemerintah Iran yang mendukung adanya penyelewengan kekuasaan baik dari segi politik, serta adanya aksi tipu daya terhadap kaum sipil dan pelarangan wanita untuk tidak memakai hijab.

Berita tersebut, membuat kasus tak manusiawi lainnya menjadi membabi buta lantaran dengan kasus kerusuhan apatis terhadap kaum sipil di Teheran yang memicu banyak protes dari warga setempat. Salah satu dari aktivisnya, adalah Mahsa Amini yang menjadi korban telak.

Baca Juga: Buktikan lebih berkelas dari Nikita Mirzani, Najwab Shihab raih penghargaan Public Figure Terpopuler 2022

Status Amini sendiri, masih menjadi seorang mahasiswa di Universitas Teheran dengan ipk yang memuaskan. Mahsa ingin bercita-cita suatu saat nanti, dia ingin menjadi jurnalis dan wartawan di tengah maraknya konflik yang menyebabkan banyak negara Timur Tengah goyah.

Menurutnya, banyak wanita di Timur Tengah merasa minder akibat banyak peperangan dan regulasi pemerintah yang selalu simpang siur.

Misalkan peraturan dalam tradisi pakaian adat muslim bagi kaum perempuan harus memakai cadar atau tidak. Hingga kini, belum ada jawaban pasti tentang hal tersebut dari pemerintah pusat Iran.

Baca Juga: 3 Tersangka ditetapkan terkait korupsi PT Waskita Beton Precast, H yang dijuluki wanita emas resmi ditahan

Untuk memperjuangkan itu semua, Mahsa akan terus melakukan yang terbaik atas suara protes dari lubuk hatinya, selama pemerintah Iran mau mendengarkan kicauannya.

Namun takdir pun berkata lain, sesaat dia bergandengan tangan bersama kakak laki-lakinya, bernama Kiaresh Amini, di situlah tiba-tiba Mahsa yang sedang dalam kerusuhan ditarik paksa oleh oknum polisi perbatasan Iran dengan alasan dia tidak memakai hijab. Perpisahan pun di antara keduanya, tak bisa dibendung oleh air mata.

Hingga pada pertengahan bulan September 2022, tepatnya tanggal 16 lalu. Sang aktivis Iran dengan pipi merona itu tewas dengan cara yang cukup memilukan dan adanya unsur yang mengandung kekerasan di tubuhnya. Yakni dianiaya hingga gegar otak hingga koma.

Baca Juga: Viral orang ketiga di rumah tangga Reza Arap dan Wendy Walters, akhirnya Rossa buka suara

Namun, terdapat berita hangat mengenai dirinya. Sesaat dirinya di otopsi pada suatu rumah sakit di Iran. Terdapat banyak luka lebam dan memar.

Spekulasi konspiratif, mulai bermunculan. Pertama, karena kasus pemerasan informasi oleh oknum tentara dan polisi Iran atau para oknum bayaran Iran lainnya.

Kemudian, menjelang beberapa hari setelah kasus viral kematian Mahsa Amini yang tidak wajar dan adanya perencanaan pembunuhan sepihak. Warga dunia dan netizen menghimbau akan ‘mengutuk keras’ bagi sang pencabut nyawa Mahsa Amini.

Ditambah, dengan aksi baru lagi dimana semua warga Iran kembali memprotes atas wafatnya Mahsa. Dengan merusak properti, membakar ban dan segala tindakan demo dilancarkan dengan penuh amarah.

Baca Juga: Viral orang ketiga di rumah tangga Reza Arap dan Wendy Walters, akhirnya Rossa buka suara

Layaknya kasus rasisme warna kulit di AS, pada tahun 2020 lalu. Yakni George Floyd. Hingga dia dicekik sampai tak bisa bernafas oleh oknum polisi setempat yang merasa ‘santai’ saat melakukan aksinya.

Setelah ada seseorang yang merekam peristiwanya, bukan satu atau dua orang yang marah. Melainkan seisi penduduk Amerika memprotes dan melakukan aksi demo atas tuntutan ketidakadilan akan ras kulit hitam di negeri Paman Sam tersebut.

Begitu pula dengan wafatnya, sang gadis remaja Mahsa Amini. Semua wanita di Iran melakukan demo dan menuntut adanya ketidakadanya rasa kemanusiaan dengan melepas hijab mereka dan membakarnya di tempat umum.

Lantas, bagaimana respon dari pemerintah Iran? Apakah ada permintaan maaf di dalamnya. Selepas dari itu semua, terdapat dugaan kuat kalau sang Mendagri Iran bernama Ahmad Vahidi yang ‘menyebabkan’ itu semua.

Kendati, atas kasus viral kematian tidak adilnya Mahsa Amini, banyak kaum pemerintah dunia, PBB, Unicef, Selebriti Hollywood mengucap belasungkawa dan mengirim pesan berupa tanggapan atas peristiwa tersebut. Tokoh terkenalnya terdiri dari J. K. Rowling, Khaby Lame dan Leah Remini.***

Editor: Anisa Widiarini

Sumber: Vogue

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Golkar Tegaskan KIB Tetap Solid

Kamis, 6 Oktober 2022 | 16:31 WIB