26 Juta data POLRI bocor, Dedi Prasetyo: Orang usil itu..

- Sabtu, 24 September 2022 | 20:11 WIB
Kadiv Humas Polri, Inspektur Jendral Polisi Dedi Prasetyo saat melakukan konferensi pers atas banding Ferdy Sambo (Instagram @divisihumaspolri)
Kadiv Humas Polri, Inspektur Jendral Polisi Dedi Prasetyo saat melakukan konferensi pers atas banding Ferdy Sambo (Instagram @divisihumaspolri)

Hops.ID - Pemerintah bersama POLRI, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), dan Badan Intelegent Negara (BIN) telah membentuk tim khusus terkait terror hacker Bjorka.

Dalam rapat yang diadakan di Menkopolhukam Mahfud MD pada Rabu tanggal 14 September 2022, menjelaskan pihaknya berusaha menggambarkan situasi keseluruhan.
 
"Tadi kami rapat bersama Bapak Kepala BIN yang menggambarkan situasi seluruhnya. Di sebelah kanan saya Menkominfo, ini pembuat pengatur kebijakan yang mengawal keamanan cyber. Dan juga BSSN yang secara khusus di situ mengamankan cyber dan sandi negara. Lalu juga Bapak Kapolri yang juga punya tim pengamanan cyber dan penindakan,” ungkapnya dilansir dari laman PMJnews Sabtu 24 September 2022.
 
 
Dalam rapat membahas keterlibatan pemerintah yang telah serius dalam menangani terror Bjorka, dan juga pemerintah sudah mengantongi gambaran pelaku dan masih terus di selidiki.
 
“Kita akan serius menangani dan sudah mulai menangani masalah ini. Kita terus menyelidiki karena gambaran-gambaran pelaku sudah teridentifikasi dengan baik oleh BIN dan Polri," tambahnya.
 
Terkait identitas pelaku saat ini masih belum dapat diumumkan kepada publik.
 
"Memang belum bisa diumumkan gambaran-gambaran siapa dan di mana. Kita sudah punya alat melacak itu semua," lanjut Mahfud.
 
 
Dan baru-baru ini beredar kabar terkait kebocoran database POLRI, kabar nya 26 juta dokumen bocor dan disebarkan di Forum Breached.
 
Kadiv Humas POLRI Irjenpol Dedi Prasetyo menjelaskan bahwa tidak ada data yang bocor, dan itu hanya perbuatan orang iseng.
 
Dikutip Hops.ID dari PMJNews.com tanggal 24 September 2022, "Nggak ada, nggak ada (kaitan dengan Bjorka). Orang-orang usil itu,” ungkapnya.
 
Kadiv Humas POLRI menambahkan bahwa 26 juta data yang bocor itu adalah data-data usang dan sangat mudah didapatkan di Internet.
 
"Saya sudah tanyakan. Setelah didalami Tim Siber, itu hoax. Data pada tahun 2016,” tambahnya.
 
 
“Data itu bisa didapat di internet. Data dari Polda Kalteng, nggak nyambung dengan Polda Metro,” kata Dedi.
 
Dan Polda Metro Jaya melalui tim Siber nya akan menangani masalah kebocoran data dan mencari pelaku yang menyebarkan nya.
 
"Ya tidak menutup kemungkinan dari Polda Metro nanti dari Siber Polda Metro yang akan menangani,” tutup Dedi.***

Editor: Anisa Widiarini

Sumber: PMJ News

Tags

Artikel Terkait

Terkini