Soal pidato Pemilu tidak jujur dan adil, GPNI Surabaya dan Pontianak laporkan SBY dan AHY

- Minggu, 25 September 2022 | 11:56 WIB
SBY dan AHy dipolisikan soal ketidakjujuran Pilpres 2024. (Demokrat.or.id)
SBY dan AHy dipolisikan soal ketidakjujuran Pilpres 2024. (Demokrat.or.id)

Hops.ID - Gerakan Pemuda Nasionalis Indonesia (GPNI) Kota Surabaya melaporkan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) ke Polrestabes Surabaya atas kasus video viral 'Pemilu Tidak Jujur dan Adil'.

Video tersebut berisi tentang sangkaan mantan Presiden bahwa Pemilu yang akan berlangsung pada 2024 akan berlangsung secara tidak jujur dan tidak adil.

SBY menyampaikan pidato tersebut dalam acara Rapat Pimpinan Nasional Partai Demokrat di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta.

Baca Juga: Massa gelar aksi desak KPK tuntaskan dugaan korupsi Formula E, singgung soal Lukas Enembe hingga Bjorka

Tak hanya itu, video AHY yang menyebut bahwa proyek pembangunan Jokowi 80 persennya adalah warisan dari SBY. Jokowi juga disebut hanya sebagai tukang gunting pita.

GPNI menyebut pernyataan kedua tokoh itu memenuhi unsur dugaan tindak pidana terkait sebagaimana termaktub dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946.

Soal pidato 'Pemilu Tidak Jujur dan Adil', GPNI Surabaya dan Pontianak turut melaporkan SBH dan AHY (Sumber: Dok. Pribadi)

"Bahwa dalam rangka penegakan hukum di Indonesia, kami berharap laporan kami dapat menjadi masukan dan bahan pertimbangan untuk Bapak dalam menangani kasus yang kami laporkan tersebut," kata Ketua DPC GPNI Kota Surabaya, Hendrik R Lunggi, Sabtu, 23 September 2022.

Sementara itu, laporan terhadap SBY dan AHY ke Polrestabes Pontianak, Kalimantan Barat juga dilakukan oleh Ketua DPC GPNI Pontianak, King Abdul Aziz.

Halaman:

Editor: Nariyati

Sumber: Sapu Lawan Koruptor

Tags

Artikel Terkait

Terkini

7 Kasus pelanggaran pelanggaran HAM di Indonesia

Sabtu, 3 Desember 2022 | 09:56 WIB