SBY dan AHY kembali dilaporkan oleh LSM soal video sangkaan Pemilu 2024 yang tak jujur dan adil

- Senin, 26 September 2022 | 15:24 WIB
Ilustrasi bendera Demokrat. Foto: Tempo
Ilustrasi bendera Demokrat. Foto: Tempo

Hops.ID - Rumah Kreasi Indonesia turut melaporkan video yang tengah viral soal pidato Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang menyinggung soal ketidakjujuran dan ketidakadilan dalam Pemilu 2024.

Dalam video berjudul 'SBY: Ada Tanda – Tanda Pemilu 2024 Tidak Jujur dan Tidak Adil' dan 'AHY Sindir Proyek Jokowi Tinggal Gunting Pita' disebut telah memenuhi unsur pelanggaran hukum.

Baca Juga: Akibat video viral soal pidato Pemilu 2024 tidak jujur dan adil, SBY dan AHY kembali dilaporkan oleh LSM

Video viral itu disebut telah melanggar beberapa pasal, yaitu Pasal 14 ayat (2) UU No. 1 Tahun 1946 dan Pasal 15 UU No. 1 Tahun 1946, Pasal 27 ayat (3) jo Pasal 45 ayat (3) UU No. 11 Tahun 2008 Tentang ITE sebagaimana diubah dengan UU No. 19 Tahun 2016 dan atau Pasal 28 ayat (2) jo Pasal 45A ayat (2) UU No. 11 Tahun 2008 sebagaimana diubah dengan UU No. 19 Tahun 2016.

Selanjutnya, video viral berjudul 'Jiwa Demokrat, Suara Kader Partai Demokrat, Dari Rapimnas Partai Demokrat 2022, 2024, Perang Kita Melawan Kebathilan', disebut juga telah melanggar beberapa pasal.

Beberapa pasal itu adalah Pasal 14 ayat (2) UU No. 1 Tahun 1946 dan Pasal 15 UU No. 1 Tahun 1946, Pasal 27 ayat (3) jo Pasal 45 ayat (3) UU No. 11 Tahun 2008 Tentang ITE sebagaimana diubah dengan UU No. 19 Tahun 2016 dan atau Pasal 28 ayat (2) jo Pasal 45A ayat (2) UU No. 11 Tahun 2008 sebagaimana diubah dengan UU No. 19 Tahun 2016.

Baca Juga: Massa gelar aksi desak KPK tuntaskan dugaan korupsi Formula E, singgung soal Lukas Enembe hingga Bjorka

Terkait hal itu, Lelanus Loka selaku Ketua LSM Rumah Kreasi Nusantara yang berlokasi di Makassar berharap agar video itu bisa ditindak demi penegakan hukum.

"Demi penegakan hukum di Indonesia, kami berharap laporan kami dapat menjadi masukan dan bahan pertimbangan untuk Bapak dalam menangani kasus yang kami laporkan tersebut," kata Leleanus Loka.

Halaman:

Editor: Anisa Widiarini

Sumber: Sapu Lawan Koruptor

Tags

Artikel Terkait

Terkini

7 Kasus pelanggaran pelanggaran HAM di Indonesia

Sabtu, 3 Desember 2022 | 09:56 WIB