Buntut tragedi ledakan Sukoharjo berimbas pada fungsi UU Darurat No 12 tahun 1951 tentang larangan petasan

Alfiyah Rizzy Afdiquni
- Selasa, 27 September 2022 | 14:48 WIB
Ilustrasi ledakan di Sukoharjo (Unsplash/Luke Jernejcic)
Ilustrasi ledakan di Sukoharjo (Unsplash/Luke Jernejcic)

 

Hops.ID - Ledakan di Sukoharjo yang berasal dari bahan petasan masih terus didalami penyidik. Diketahui bahwa paket meledak pada Hari minggu, tanggal 25 September 2022, tepatnya pukul 18:30 di Perum Grogol Indah, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo.

Dari kejadian ledakan tersebut, Korban luka atas nama Bripka Dirgantara Pradipta akhirnya menderita luka bakar 70 %.

Atas peristiwa ledakan, Kapolda Jateng Irjen Pol Achmad Luthfi memberikan keterangannya.

“Hasil olah TKP yang dilakukan oleh Jibom, telah ditemukan buku hitam. Jadi buku hitam ini kita duga adalah bahan petasan. Dari buku hitam kita temukan dua kantong plastik dengan ukuran 1 ons. 4 bungkus plastik kosong, sisanya residu.”

Baca Juga: Terungkap! Ini alasan Kalina Ocktaranny relakan Azka ikut Deddy Corbuzier, soal biaya hidup?

“Kemudian ada sumbu petasan. Hasil pengembangan penyidikan sementara, bahwa paket itu benar datangnya dari Indramayu, yang dipesan tanggal 22 april 2021. Pemesannya adalah CV Mandiri Sujono,” ungkap Irjen Pol Ahmad Luthfi dalam keterangannya tanggal 25 september 2022.

Di akhir keterangannya, Irjen Pol Achmad menegaskan bahwa kejadian ini tidak ada unsur teror, namun hanya sebuah unsur kelalaian dari anggota. Pihak-pihak yang terkait seperti pemesan paket dan pengirim telah dipanggil oleh pihak kepolisian.

Kejadian ini tentu menjadi PR besar bagi penegak hukum untuk menyudahi adanya produksi dan peredaran petasan di tengah masyarakat.

Baca Juga: Mediasi gagal, Andre Irawan ungkap sikap tak terduga Roro Fitria saat jalani persidangan: Baperan!

Halaman:

Editor: Alfiyah Rizzy Afdiquni

Sumber: NET TV

Tags

Artikel Terkait

Terkini