Puluhan tahanan politik Palestina di Israel lancarkan aksi mogok makan

- Rabu, 28 September 2022 | 20:56 WIB
Profesor Kanada sebut suara Palestina tak akan padam (Unsplash/Ehimetalor Akhere)
Profesor Kanada sebut suara Palestina tak akan padam (Unsplash/Ehimetalor Akhere)

Hops.ID - Tiga puluh tahanan politik Palestina yang ditahan di penjara-penjara Israel melakukan mogok makan untuk memprotes penahanan tanpa tuduhan atau pengadilan.

Pihak berwenang Israel menggunakan prosedur hukum yang tidak jelas ini selama lebih dari setengah abad. Kemudian mendasarkannya pada bukti rahasia untuk memenjarakan orang dalam waktu yang tidak ditentukan.

Proses pemenjaraan tahanan Palestina ini didasarkan pada bukti yang tidak diungkap secara jelas, bahkan pengacara tahanan politik tersebut dilarang untuk melihat.

Baca Juga: Bias media Barat dalam liputan pembunuhan jurnalis Palestina Shireen Abu Akleh

Israel mengklaim kebijakan itu diperlukan untuk alasan keamanan. Hal ini memungkinkan pemerintah menahan orang yang dianggap berbahaya tanpa mengungkapkan informasi lengkap.

Amnesty International menggambarkan kebijakan penahanan administratif Israel sebagai praktik kejam, dan membantu mempertahankan sistem apartheid Israel terhadap warga Palestina.

“Selama ratusan tahun, pendudukan menghalangi kami untuk memeluk keluarga kami, atau melihat anak-anak kami saat mereka lahir atau tumbuh dewasa. Kami tidak pernah merayakan ulang tahun mereka, kami tidak menemani mereka di hari pertama sekolah,” tulis pernyataan itu, dilansir Hops.ID dari laman Al Jazeera, Selasa 27 September 2022.

Baca Juga: Front Rakyat untuk Pembebasan Palestina: Kami akan pertahankan Palestina dengan berbagai cara!

Menurut Addameer, sebuah kelompok hak-hak tahanan Palestina, saat ini sekitar 4.650 tahanan Palestina berada di penjara Israel.

Halaman:

Editor: Nariyati

Sumber: Al Jazeera

Tags

Artikel Terkait

Terkini