Putri Soekarno, Kartika Soekarno kuak dalang G30S PKI dari penggulingan kekuasaan hingga diskriminatif

- Kamis, 29 September 2022 | 14:57 WIB
Kartika Soekarno beberkan dalang G30S PKI (Sumber: Instagram @kartikasoekarnofoundation)
Kartika Soekarno beberkan dalang G30S PKI (Sumber: Instagram @kartikasoekarnofoundation)

Hops.ID - Sejarah kelam yang pernah terukir di negara Indonesia mengenai pemberontakan G30S PKI rasanya masih sangat melekat di benak masyarakat.

 
Fakta-fakta mengenai tragedi G30S PKI masih menjadi polemik di tengah masyarakat. Terutama siapa dalang dibalik pemberontakan tersebut, yang melenyapkan nyawa para Jendral dan Perwira TNI.
 
Anak perempuan Presiden pertama Indonesia, Ir.Soekarno dan istrinya Ratna Sari Dewi, Kartika Soekarno sangat yakin bahwa G30S PKI pada 1965 bukan ulah komunis.
 
Didasari sejumlah dokumen yang dibuka belum lama ini oleh Badan Intelejen Pusat Amerika Serikat (CIA), Kartika Soekarno mengatakan bahwa CIA telah memantau Soekarno sejak tahun 1950.
 
Putri Soekarno yakin, bahwa Amerika Serikat, Inggris, dan Australia sebagai dalang di balik peristiwa pemberontakan G30SPKI.
 
 
"Nasib tragis ayah saya (Ir.Soekarno) dialami oleh jutaan orang Indonesia yang hidupnya dihancurkan oleh kudeta militer berdarah tahun 1965, yang saya yakini didukung oleh pemerintah Amerika Serikat, Inggris, dan Australia."
 
"Dari dokumen-dokumen yang baru-baru ini dibuka, kami menemukan bahwa, mulai tahun 1950-an, CIA (Badan Intelejen Amerika) terus mengawasi Soekarno," kata Kartika Soekarno seperti Hops.ID mengutip dari The Guardian pada Senin, 15 November 2021 dan dilansir SeputarTangsel.com
 
Kartika Soekarno juga menduga kalau Inggris sengaja mengambing hitamkan orang-orang komunis di Indonesia sebagai dalang pembunuhan enam Jendral TNI pada malam berdarah 30 September 1965.
 
Menurut putri Ir.Soekarno, ayahnya tahu kalau perwira TNI itu tidak dibunuh oleh komunis. Ia juga mengatakan kalau ayahnya sudah melihat maksud dan tujuan negara Inggris dan Amerika Serikat untuk menggulingkan kekuasannya sebagai Presiden RI seumur hidup.
 
 
"Ayahku tahu komunis (PKI) tidak membunuh enam jenderalnya, dia juga tahu maksud pemerintah Inggris dan Amerika untuk melihatnya digulingkan," ujarnya.
 
Selanjutnya, Kartika Soekarno juga mengungkap kalau Presiden RI kedua, Soeharto, yang memerintahkan pembunuhan semua orang yang berafiliasi dengan Soekarno dan komunis.
 
Tidak hanya itu, menurut Kartika warga sipil yang tidak mengerti ideologi komunis juga ditangkap, disiksa, lalu dihabisi nyawanya.
 
Kartika Soekarno juga menambahkan, selama beberapa generasi anggota keluarga mereka yang terafiliasi dengan Soekarno dan komunis harus dihadapkan dengan macam-macam tindakan diskriminatif.
 
Orang-orang tersebut dianiaya dan diberi tanda simbol pada kartu identitas. Hal tersebut berdampak pada sulitnya memperoleh fasilitas pendidikan dan pekerjaan.
 
 
Saudara Kartika Soekarno, Megawati Soekarno Putri yang kini menjabat sebagai Ketua Umum Partai politik PDIP, tidak bisa menyelesaikan pendidikan hingga ke perguruan tinggi.
 
"Mereka tidak dapat bersekolah di sekolah umum dan sulit bagi anak-anak mereka untuk bersekolah di sekolah swasta kecuali beberapa sekolah Katolik."
 
"Bahkan saudara perempuan saya sendiri, Megawati Soekarnoputri, tidak dapat menyelesaikan studinya di universitas," ungkapnya," ungkap Kartika Soekarno.
 
Kartika Soekarno sangat menyangkan kondisi yang kini sebagian besar sejarah pahit Indonesia masih ditutupi.
 
Perwira TNI yang meninggal dunia pada peristiwa Gerakan 30 September PKI adalah:
 
1. Jenderal (Anumerta) Ahmad Yani
2. Letjen (Anumerta) Suprapto
3. Letjen (Anumerta) S. Parman
4. Letjen (Anumerta) M.T. Haryono
5. Mayjen (Anumerta) D. I. Panjaitan
6. Mayjen (Anumerta) Sutoyo Siswomiharjo
7. Brigjen (Anumerta) Katamso
 
Dan satu orang perwira Kapten (Anumerta) Pierre Tendean.***
 

Editor: Anisa Widiarini

Sumber: SeputarTangsel.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Strategi Kampanye Golkar Menyasar Pemilih Milenial

Rabu, 23 November 2022 | 17:17 WIB