Apa itu peristiwa berdarah G30S/PKI? Ini penjelasannya

- Kamis, 29 September 2022 | 19:59 WIB
tanggapan mengejutkan anak Pahlawan Revolusi atau jenderal korban kekejaman aksi G30S PKI  menanggapi Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa membolehkan anak keturunan PKI jadi prajurit atau anggota TNI, menurut anak Jenderal Sutoyo mengapresiasi hal itu berharap pengungkitan peristiwa itu akan segera berhenti, Istimewa
tanggapan mengejutkan anak Pahlawan Revolusi atau jenderal korban kekejaman aksi G30S PKI menanggapi Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa membolehkan anak keturunan PKI jadi prajurit atau anggota TNI, menurut anak Jenderal Sutoyo mengapresiasi hal itu berharap pengungkitan peristiwa itu akan segera berhenti, Istimewa

Hops.ID - Setiap tanggal 30 September, selalu diperingati sebagai hari 'banjir darah' di Indonesia. Pada hari itu, terjadi pemberontakan yang sangat kejam, terhadap para perwira. Peristiwa itu disebut dengan G30S/PKI.

Sebelum pemberontakan G30S/PKI (Gerakan 30 September) oleh Partai Komunis Indonesia (PKI). Pada saat itu, PKI berhasil menjadi salah satu partai politik terbesar di Indonesia. Hal ini juga didukung oleh pimpinan dan anggotanya yang militan, dan didukung juga oleh beberapa negara komunis besar lainnya.

Ketua PKI telah berjabatan tangan dengan Presiden Soekarno, untuk mempengaruhi dan membina sejumlah besar perwira-perwira Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI).

Baca Juga: Tega! Lesti Kejora dibanting dan dicekik, Rizky Billar KDRT terancam 15 tahun penjara

Tak hanya itu saja, mereka pun ingin menguasai sebagian besar organisasi-organisasi nasional vital yang ada di negara kita.

Selain, berusaha untuk membina sejumlah perwira-perwira Angkatan Darat (AD). Ternyata mereka juga menyebarkan perpecahan di kalangan Angkatan Darat (AD) dan membuat fitnah-fitnah untuk menyingkirkan pimpinan Amerika Serikat (AS), agar posisi tersebut dapat diganti dengan tokoh-tokoh perwira yang pro-komunis.

PKI mencapai puncaknya pada akhir bulan September 1965, dengan meletusnya pemberontakan Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia atau G30S/PKI tahun 1965 di bawah pimpinan Letnan Kolonel Untung dan Brigadir Jenderal Supardjo.

Pemberontakan berdarah tersebut memiliki banyak sebutan, antara lain: Gerakan 30 September (dahulu juga disingkat G30S/PKI), Gestapu (Gerakan September Tiga Puluh), Gestok (Gerakan Satu Oktober) adalah sebuah peristiwa.

Baca Juga: Libatkan dai kondang agar Fuji diterima keluarganya, Thariq ketahuan tiru gaya Atta Halilintar?

Halaman:

Editor: Wefni Azlen

Sumber: Jurnal Univ. PGRI Palembang

Tags

Terkini