Soal tudingan Tempo ke Ketua KPK Firli Bahuri, pengamat hukum: Masih perlu dikalibrasi fakta atau opini

- Senin, 3 Oktober 2022 | 09:11 WIB
Dosen Hukum UNAS Basuki (Dok. Pribadi)
Dosen Hukum UNAS Basuki (Dok. Pribadi)

Hops.ID - Dosen Fakultas Hukum Universitas Nasional (UNAS) Prof. Dr. Basuki Rekso Wibowo, SH, MS, turut menyoroti konten eksklusif Tempo ‘Begini Upaya Firli Bahuri Diduga Menjerat Anies Baswedan di Kasus Formula E’ yang terbit pada 1 Oktober 2022.

Menurutnya, tudingan Tempo terhadap Ketua KPK Firli Bahuri masih perlu dikalibrasi.

"Tudingan Tempo terhadap Firli masih perlu dikalibrasi kebenarannya, itu fakta atau opini?"

Basuki lantas menyinggung soal kriminalisasi dalam segi definisi dan bagaimana mekanismenya.

Baca Juga: Judul Tempo disebut terlalu tendensius, ahli hukum: Stop politisasi penegakan hukum dugaan korupsi Formula E

"Kriminal dan kriminalisasi memiliki makna yang saling bertolak belakang. Sesuai posisi dan perspektif masing-masing. Apabila menurut penyidik memang syarat dan unsur ketentuan hukum yang disangkakan telah terpenuhi, wajar kalau kepada yang bersangkutan ditingkatkan statusnya sebagai tersangka."

jadi, kata Basuki, penyidik menilai unsur-unsur perbuatan kriminal terpenuhi setelah dipelajari. Basuki juga menyinggung adanya asas praduga tak bersalah.

"Sesuai asas praduga tak bersalah, tersangka belum tentu bersalah. Kalau ada pelanggaran wewenang dan prosedur acara dalam penetapan tersangka, bisa diuji lewat pra peradilan. Hakim praperadilan bisa mengabulkan, bisa juga menolak," ucapnya.

Selain itu, Basuki juga menjelaskan bahwa terdakwa memiliki hak menyatakan penetapan status oleh tim penyidik sebagai bentuk kriminalisasi.

Halaman:

Editor: Wefni Azlen

Sumber: Sapu Lawan Koruptor

Tags

Artikel Terkait

Terkini