Mencekam, kesaksian penjual dawet di tragedi Kanjuruhan: Mereka sembarang hantami orang karena mabuk

- Senin, 3 Oktober 2022 | 12:17 WIB
Awan hitam di atas Kanjuruhan ((Instagram@aremaofficial))
Awan hitam di atas Kanjuruhan ((Instagram@aremaofficial))

Hops.ID- Tragedi Kanjuruhan masih menyisakan duka mendalam bagi dunia sepakbola khususnya Indonesia. Tragedi yang menewaskan 130 orang itu menjadi tragedi terbesar dalam sejarah sepakbola Indonesia.

Diketahui, tragedi Kanjuruhan bermula ketika Arema FC menelan kekalahan 3-2 atas Persebaya pada lanjutan Liga 1 pekan ke-11 pada Sabtu, 1 Oktober 2022 lalu. Lalu ada suporter Singo Edan tersebut menunjukkan rasa ketidakpuasan dengan hasil yang diraih oleh tim kesayangannya.

Namun baru-baru ini, muncul sebuah fakta baru terkait tragedi Kanjuruhan yang memakan korban jiwa sebanyak 130 orang itu.

Menurut kesaksian penjual dawet di sekitar stadion Kanjuruhan, banyak dari supporter yang minum miras sebelum menyaksikan pertandingan antara Arema FC melawan Persebaya.

Kesaksian  penjual dawet itu diunggah melalui akun TikTok Icha Tania pada Minggu, 2 Oktober 2022.

Baca Juga: Bukannya senang dapat pinjaman uang Rp741 juta dari Nichkhun, Wooyoung malah doverthinking

"Yang lebih parah itu akhirnya uyel-uyelan, uyel-uyelan keluar karena gas air mata. Gas air matanya sebetulnya gak terlalu anu kok, cuman ini uyel-uyelan e, sodok-sodokan e sesama supporter," ungkap ibu-ibu penjual Dawet sebagaimana yang dikutip Hops.ID dari akun TikTok Icha Tania pada Senin, 3 Oktober 2022.

Kemudian, pedagang dawet tersebut juga menyebut bahwa ada anak kecil yang terjepit di pintu 3 dekat warungnya itu. Kemudian anak kecil itu ditolong oleh polisi yang bernama Arief yang merupakan polisi dari Batu.

Baca Juga: Terpukul dengan tragedi Kanjuruhan, Valentino Simanjuntak mengundurkan diri dari komentator Liga 1

Halaman:

Editor: Cesaria Hapsari

Tags

Artikel Terkait

Terkini