Mencekam, kesaksian penjual dawet di tragedi Kanjuruhan: Mereka sembarang hantami orang karena mabuk

- Senin, 3 Oktober 2022 | 12:17 WIB
Awan hitam di atas Kanjuruhan ((Instagram@aremaofficial))
Awan hitam di atas Kanjuruhan ((Instagram@aremaofficial))

Namun, pedagang dawet itu juga mengungkapkan suporter yang berbuat anarkis semakin banyak. Karena supporter itu banyak yang mabuk dan konsumsi obat terlarang. Bahkan Polisi Wanita (Polwan) juga banyak yang berlindung di warung pedagang dawet itu karena dikejar oleh supporter.

"Habis itu, anak kecil ini dicuci mukanya sama Pak Arief ini, di toko ku mas, jadi terus masuk, masih ngejar bocah (supporter) yang tadi kalap gitu, mereka sembarang hantami orang-orang terus tambah lagi, tambah lagi, karena mereka mabuk dan konsumsi obat terlarang," jelasnya lagi.

"Sampek bajunya itu lho, mbak polwan-polwan itu yang masuk ke situ kita copoti semua bajunya kasihan, dikejar Mas, sama supporter. Terus polisi satu yang di atas tribun itu yang dari Trenggalek itu dihajar habis-habisan, bapak siapa itu, yang beli kopi sebelum masuk menjaga itu beli kopi, beli kopi di saya, ngopi dulu," terangnya.***

Halaman:

Editor: Cesaria Hapsari

Tags

Artikel Terkait

Terkini

5 Nama dataran rendah di Pulau Jawa

Selasa, 7 Februari 2023 | 16:16 WIB