Pencapresan Anies Baswedan disebut terlalu dini, pengamat: Ada dugaan politik balas budi terkait Nasdem Tower

- Selasa, 4 Oktober 2022 | 19:40 WIB
Anies Baswedan akan menjadi calon Presiden 2024. (Instagram @aniesbaswedan)
Anies Baswedan akan menjadi calon Presiden 2024. (Instagram @aniesbaswedan)

Hops.ID - Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) dan Advokat anggota Peradi, Petrus Selestinus, curiga dengan peristiwa deklarasi pencapresan Anies Baswedan oleh Nasdem.

Ia mengungkapkan ada politik balas budi sejak pembangunan Nasdem Tower.

"Iya, aroma politik balas budi alias KKN baunya tercium ke mana-mana sejak pembangunan Nasdem Tower dimulai," kata Petrus.

Ia menjelaskan, sebagian warga yang berada di sekitar Nasdem Tower merasa tak nyaman oleh pembangunan Nasdem Tower yang berdampak pada lingkungan.

Tingginya bangunan juga disebut telah melanggar ketentuan maksimum di Menteng.

Baca Juga: Deklarasi pencapresan Anies Baswedan oleh Nasdem tak halangi KPK selidiki Formula E, Alex: Proses terus lanjut

"Dengan mulusnya pembangunan Nasdem Tower berlantai 21, sementara masyarakat menyakini pembangunan Nasdem Tower 21 lantai diduga melanggar KLB. Maka ini berarti pemberi izin bangunan dalam hal ini Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan harus bertanggung jawab," kata Petrus.

Selain itu, kini Nasdem terbilang cukup dini mendeklarasikan pencapresan Anies Baswedan untuk Pemilu 2024.

"Di sini lagi-lagi aroma KKN dan aroma balas budi dalam bingkai KKN semakin tercium yang merusak proses dan semangat melahirkan pemimpin nasional yang bersih dan bebas dari KKN."

Halaman:

Editor: Ratih Nugraini

Sumber: Sapu Lawan Koruptor

Tags

Artikel Terkait

Terkini