Soal gelaran ajang Formula E, Guru Besar Unpad sebut ada unsur perbuatan yang dapat dipidanakan, ini deliknya

- Rabu, 5 Oktober 2022 | 10:00 WIB
Formula E (Sumber: Instagram @formulae) (Instagram @f1)
Formula E (Sumber: Instagram @formulae) (Instagram @f1)

Hops.ID - Kasus dugaan korupsi dalam penyelenggaraan Formula E yang tengah diselidiki oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih terus mendapat perhatian.

Pakar Hukum Universitas Padjajaran, Prof. Romli Atmasasmita, menilai terdapat unsur niat jahat (mens rea) dalam penyelenggaraan Formula E tersebut.

"Peristiwa penyelenggaraan Formula E terdapat unsur niat jahat (mens rea) dan actus reus (perbuatan) yang dapat dipidana (strafbaarheid)," kata Romli pada Rabu, 5 Oktober 2022.

Ia lantas menjelaskan dasar pertimbangan dari pernyataannya itu. Menurutnya, sejak awal Anies Baswedan dan kawan-kawan sudah mengetahui bahwa di dalam APBD DKI tahun anggaran 2019 tidak terdapat pos anggaran untuk kegiatan Formula E.

Baca Juga: Isu politisasi dan kriminalisasi kasus Formula E disebut tak berdasar, pengamat: Langkah Firli patut didukung

"Artinya tidak memiliki landasan keuangan yang sah sesuai PP tentang Pengelolaan Keuangan Daerah DKI," kata dia.

Kemudian, Anies Baswedan disebut tetap 'memaksakan' penyelenggaraan ajang balap Formula E dengan jalan memberikan kuasa kepada Kadispora untuk melakukan pinjaman ke BANK DKI (BUMD). 

Selanjutnya, terdapat juga perjanjian yang dilakukan Pemprov DKI dengan penyelenggara Formula melalui pendekatan business to G yang sifatnya mengikat.

Ia menyebut hal itu sudah melanggar persetujuan Kemendagri yang mengharuskan Business to Business.

Halaman:

Editor: Cesaria Hapsari

Sumber: Sapu Lawan Koruptor

Tags

Artikel Terkait

Terkini