Ancaman resesi global, OJK siapkan 4 langkah proaktif jaga stabilitas sektor jasa keuangan

- Kamis, 6 Oktober 2022 | 16:31 WIB
Ilustrasi resesi (The Street)
Ilustrasi resesi (The Street)

Hops.ID – Perekonomian dunia disebut-sebut akan menghadapi masa gelap pada tahun 2023 mendatang akibat resesi. Bahkan, dikabarkan, resesi akan menimpa banyak negara di dunia.

Sejumlah lembaga keuangan telah mengingatkan soal resesi ini, termasuk IMF, Bank Dunia, ADB hingga OJK.

 

Secara global hampir semua negara akan mengalami kemungkinan resesi ekonomi dilihat dari sudut perekonomian negara yang stagnan bahkan cenderung mengalami penurunan.

Baca Juga: Begini kronologi saat Rizky Billar tarik tangan Lesti Kejora di kamar mandi hingga terjatuh, kebanting!

Resesi dalam ekonomi makro dapat diartikan sebagai kondisi produk domestik bruto (Gross Domestic Product atau GDP) menurun atau ketika pertumbuhan ekonomi riil bernilai negatif selama dua kuartal atau lebih dalam satu tahun.

Secara sederhana resesi ekonomi dapat dilihat dari dari Produk Domestik Bruto (PDB) yang negatif, pengangguran yang terus meningkat, hingga pertumbuhan ekonomi riil bernilai negatif selama dua kuartal.

Selain itu, faktor penyebab resesi ekonomi lainnya, seperti produksi dan konsumsi yang tidak seimbang, hutang yang berlebihan, inflasi, dan deflasi.

Baca Juga: Kuasa hukum bantah Rizky Billar lakukan KDRT ke Lesti Kejora: Itu berlebihan

Halaman:

Editor: Dion Yudhantama

Sumber: Berita DIY, ojk.go.id

Tags

Terkini

7 Kasus pelanggaran pelanggaran HAM di Indonesia

Sabtu, 3 Desember 2022 | 09:56 WIB