Kesaksian Aremania yang memohon aparat tidak tembak gas air mata: Ada anak kecil minta tolong...

- Jumat, 7 Oktober 2022 | 11:28 WIB
Yohanes Prasetyo, seorang aremania yang turun ke lapangan, dan memohon pada pihak aparat agar tidak menembakkan gas air mata
Yohanes Prasetyo, seorang aremania yang turun ke lapangan, dan memohon pada pihak aparat agar tidak menembakkan gas air mata

Hops.ID - Sorot mata publik luas masih menunggu upaya penyelesaian Tragedi Kanjuruhan. Belum lama ini, sejumlah supporter klub Indonesia beramai-ramai menunjukkan solidaritasnya pada korban Tragedi Kanjuruhan.

Ribuan supporter klub Indonesia berkumpul di kota masing-masing, sembari melakukan doa bersama, serta wujud solidaritas lainnya, seperti membentangkan spanduk bernuansa empati pada korban Tragedi Kanjuruhan.

Bahkan lebih jauh dengan apa yang dilakukan ribuan supporter klub di Indonesia, para petinggi dari mereka berkumpul di stadion Gelora Bung Karno. Mereka menghadiri acara Mata Najwa.

Baca Juga: Usai kecam tragedi Kanjuruhan, Susi Pudjiastuti soroti kesimpangsiuran data korban

Dalam kesempatan itu, para perwakilan supporter mengungkapkan pandangannya masing-masing. Selain itu, hadir pula para korban selamat dalam Tragedi Kanjuruhan, salah satunya, adalah Yohanes Prasetyo.

Yohanes Prasetyo merupakan sosok yang viral di media sosial karena tindakannya dalam menahan aparat kepolisian untuk tidak menembakkan gas air mata ke arah tribun. Menurutnya, dia tergerak melakukan hal itu atas dasar kemanusiaan.

"Sebenarnya gak ada inisiatif turun ke lapangan. Saya ini mau pulang, saya mau kerja, setelah lihat pertandingan Arema. Tapi saya gak langsung pulang, nunggu dulu beberapa menit, dan ternyata ada keributan," kata Yohanes Prasetyo, sosok yang berupaya menahan pihak aparat menembakkan gas air mata.

Baca Juga: Tegas, Arie Kriting soroti pihak yang menyalahkan supporter bola: Seluruh dunia bela Arema

"Yang bikin saya bergerak adalah, ada seorang anak kecil dan wanita yang meminta tolong, di situ saya memohon pihak kepolisian agar tidak menembakkan gas air mata ke tribun," katanya lagi, dilansir Hops.ID dari kanal YouTube Mata Najwa, Jumat 7 Oktober 2022.

Halaman:

Editor: Nariyati

Sumber: Twitter, Mata Najwa

Tags

Artikel Terkait

Terkini

7 Kasus pelanggaran pelanggaran HAM di Indonesia

Sabtu, 3 Desember 2022 | 09:56 WIB