Penting banget! Ini temuan sains terbaru tentang perubahan iklim, dikaji pakar PBB

- Selasa, 8 November 2022 | 04:46 WIB
Perubahan iklim. (Foto: Markus Spiske/Unsplash)
Perubahan iklim. (Foto: Markus Spiske/Unsplash)

Hops.ID - Dalam konferensi COP27 di Mesir, para delegasi akan mengandalkan penelitian ilmiah yang selama puluhan tahun telah diupayakan oleh badan ilmu iklim PBB.

Upaya badan ilmu PBB tersebut, diketahui bakal memiliki andil untuk mempengaruhi keputusan terkait rencana energi masa depan, dan lintasan pemanasan global.

Sebelumnya, badan ilmu PBB, atau dikenal dengan Panel Antarpemerintah tentang Perubahan iklim (IPCC), telah menghasilkan laporan setiap lima tahun.

Baca Juga: Darurat krisis iklim: Akankah negara-negara kaya yang berpolusi membayar ganti rugi?

Hal tersebut untuk mewakili konsensus ilmiah global tentang perubahan iklim, penyebab dan dampaknya. Sementara laporan tahun lalu membahas faktor utama yang memicu pemanasan global, dan elemen inti dari ilmu iklim.

Selain itu, hal tersebut juga diikuti oleh dua laporan utama tahun ini, di antaranya pada bulan Februari, yang membahas bagaimana dunia perlu beradaptasi dengan dampak iklim, dari naiknya air laut, hingga berkurangnya satwa liar.

Kemudian satu lagi di bulan April, tentang cara-cara untuk mengurangi atau mengekang emisi pemanasan iklim.

Baca Juga: Ilmuwan terkemuka AS: Manusia tidak akan selamat dari krisis iklim

Berikut adalah beberapa poin utama dari laporan tersebut, dilansir Hops.ID dari Al Jazeera, Senin, 7 November 2022.

  • Laporan tahun lalu, atas dasar kerusakan perubahan iklim, menyatakan dengan tegas bahwa manusia harus disalahkan atas kenaikan suhu.
  • Hal itu juga menandakan bahwa perubahan iklim sudah sangat dekat dengan berputar di luar kendali.

Baca Juga: Walhi dorong pemerintah segera rancang UU Perubahan Iklim

  • Cuaca ekstrem yang dulu jarang terjadi kini menjadi lebih umum, dan beberapa daerah lebih rentan daripada yang lain.
  • Untuk pertama kalinya, peneliti laporan itu menyerukan tindakan segera untuk mengekang metana. Meski hingga saat ini IPCC hanya berfokus pada karbon dioksida, dan gas rumah kaca yang melimpah.
  • Dengan waktu yang kian mendesak, para peneliti mengatakan bahwa perlu melihat manfaat dan kerugian dari geoengineering, atau intervensi skala besar untuk mengubah iklim, seperti menyuntikkan partikel ke atmosfer untuk memblokir radiasi matahari.

Baca Juga: Ilmuwan minta waspada, perubahan iklim bisa picu wabah mematikan baru di bumi

  • Laporan itu juga memperingatkan negara-negara di dunia, termasuk negara-negara kaya, bahwa setiap orang perlu mulai bersiap menghadapi dampak iklim dan beradaptasi dengan dunia yang lebih hangat.
  • elain itu, laporan tersebut mengungkap bagaimana berbagai skenario emisi kemungkinan akan diterjemahkan ke dalam kenaikan suhu di masa depan.
  • Kota adalah bagian besar dari masalah emisi. Akan tetapi juga merupakan sumber utama harapan dan solusi positif.

Baca Juga: Perwakilan negara-negara G7 bahas krisis iklim di Berlin: Ini lebih buruk dari yang diperkirakan

  • Transisi energi ke sumber terbarukan dan bahan bakar yang ramah lingkungan bergerak terlalu lambat.
  • Laporan tersebut juga mendesak tindakan iklim yang kuat di bidang pertanian, di mana metode pertanian dan perlindungan hutan yang lebih baik dapat membantu mengurangi emisi.
  • Hal ini memperingatkan bahwa perubahan iklim mengancam pertumbuhan ekonomi, dan untuk pertama kalinya menyoroti perlunya tindakan di tingkat individu.
  • Selain itu, menyerukan pemerintah untuk mengeluarkan kebijakan untuk mengubah kebiasaan konsumen, dan juga transportasi untuk mendorong lebih sedikit limbah dan lebih efisien.***

 

Ikuti berita-berita terupdate dan menarik lainnya di HarianHaluan.com, member of Haluan Media Group.

Halaman:

Editor: Alfiyah Rizzy Afdiquni

Sumber: Al Jazeera

Tags

Artikel Terkait

Terkini