Peduli korban gempa Cianjur, IA ITB lakukan aksi kemanusiaan lewat pemberian bahan pokok

- Kamis, 24 November 2022 | 18:13 WIB
IA ITB beri bantuan ke korban gempa Cianjur (IA-ITB)
IA ITB beri bantuan ke korban gempa Cianjur (IA-ITB)

Gembong juga ingin ada koordinasi dengan pimpinan daerah Cianjur dan tokoh masyarakat lainnya di Jawa Barat demi aksi kemanusiaan tersebut.

"Termasuk masalah trauma healing kemudian juga bagaimana mengembalikan kehidupan masyarakat seperti sebelumnya dengan mengembalikan tempat tinggal mereka lagi. Saya akan bentuk tim lagi untuk mengusulkan konstruksi bangunan yang direkomendasikan untuk di bangung lagi di daerah-daerah yang sekarang ini terdampak gempa."

 Baca Juga: Ansu Fati, striker timnas Spanyol yang mendadak sembuh dari cedera serius berkat iman Islam

Alasan terbentuknya Satgas

Wakil Ketua IA-ITB yang juga Ketua Satgas Peduli Gempa Cianjur, Denda Alamsyah menyebut terbentuknya satgas sesuai arahan dari Ketua Umum IA ITB, Gembong Primadjaya, untuk membantu korban.

"Hari Senin tanggal 21 November kebetulan saya rumah ini tinggalnya di Kecamatan Pacet dan yang paling parah itu Cugenang, Pacet dan Cipanas. Kemudian saya tahu ketua umum Kang Gembong ini karakternya itu gerak cepat. Beliau telepon saya untuk segera turun dan membentuk Satgas."

Denda Alamsyah menyebut kini gerakannya lebih fokus pada wilayah yang belum tersentuh seperti di Desa Cipendawa, Kecamatan Pacet yang saat ini ada seribu orang pengungsi akibat rumah hancur akibat gempa.

"Jadi kita seputaran dua kecamatan ini tadi dan kemarin itu bergerak, saya usulkan juga ke ketum kita lebih fokus kepada kebutuhan yang darurat yaitu tenda kemudian makanan yang cepat saji. Karena kalau dapur umum ini masyarakat gotong royong."

Baca Juga: Jenguk bayi perempuan yang lahir di tenda pengungsian saat gempa Cianjur, Ridwan Kamil beri nama cantik ini

"Begitu rumahnya rubuh kemudian bangun tenda seadanya kemudian masak di situ apa yang bisa dimasak kita suplai bahan makannnya. Kita suplai makanan instan, makanan bayi, obat-obatan."

Halaman:

Editor: Alfiyah Rizzy Afdiquni

Sumber: ITB

Tags

Artikel Terkait

Terkini