Gerakan Safari Politik Anies Baswedan disebut kurang kooperatif, KPU dan Bawaslu dituntut bersikap lebih tegas

- Selasa, 6 Desember 2022 | 17:18 WIB
Logo KPU. (Foto: KPU Pangkep)
Logo KPU. (Foto: KPU Pangkep)

Hops.ID – Safari politik Anies Baswedan yang merupakan capres dari NasDem menuai sejumlah kritikan.

Sekelompok massa dari Gerakan Tolak Pemilu Curang menuntut Bawaslu Jakarta untuk turut memperhatikan aksi yang disebut curi start kampanye tersebut.

Mereka menilai safari politik yang salah satunya terlaksana di Masjid Baiturrahman itu melanggar tahapan yang sudah ditetapkan oleh KPU.

"Kampanye saja belum, kok sudah mulai manuver curi start duluan. Kami minta Bawaslu bergerak mencari formula agar masalah curi start kampanye ini tidak terulang lagi. Hal ini penting, sebab akan menjadi preseden buruk bagi demokrasi," kata Koordinator Aksi Fajar Utama.

Baca Juga: Safari politik Anies Baswedan disebut curi start kampanye hingga dilaporkan ke Bawaslu dan KPU

Mereka melakukan aksi teatrikal sebagai bentuk kritik terhadap aksi tersebut.

"Aksi teatrikal ini adalah sebagai simbol, bahwa kampanye belum mulai, tetapi Anies selaku capres Nasdem sudah colong start kampanye,” lanjutnya.

Mereka mengkritik Anies Baswedan agar lebih patu pada apa yang sudah ditetapkan oleh KPU terkait jadwal kampanye. Sebab, hal itu bisa berdampak pada kecemburuan capres lain, atau bahkan hingga ke caleg.

"Kami meminta Anies dan Nasdem mematuhi aturan KPU secara fair, dengan tidak mencuri start kampanye. Anies dan Nasdem harusnya gentlement ikuti aturan yang sudah ada dan telah ditentukan. Jangan-jangan Anies gak pede, jadi apapun dilakukan termasuk curi start kampanye.”

Halaman:

Editor: Ratih Nugraini

Sumber: Suara, Studi Demokrasi Rakyat

Tags

Artikel Terkait

Terkini