KPK minta BPK RI lakukan audit dan investigasi kasus dugaan korupsi Formula E, pengamat: Langkah tepat

- Selasa, 24 Januari 2023 | 12:09 WIB
Gedung KPK (website KPK)
Gedung KPK (website KPK)

Hops.ID – Pimpinan KPK dan Tim Penyidik KPK baru-baru ini meminta BPK RI untuk melakukan audit investigasi terhadap dugaan korupsi Formula E. Pengamat dan Koordinator TPDI & Advokat Perekat Nusantara Petrus Selestinus menilai hal itu sebagai langkah tepat.

“Sebab KPK sudah melakukan proses penyelidikan yang cukup panjang. Soal dugaan kerugian negara, KPK telah menghitung dengan menggunakan auditor internal KPK sehingga kebutuhan penyidikan KPK meminta BPK melakukan Audit Investigatif, tidak lain untuk memastikan berapa angka kerugian negara sebenarnya sekaligus melegitimasi penilain tentang kerugian negara,” kata Petrus dikutip dari Studi Demokrasi Rakyat, Selasa, 24 Januari 2023.

Penilaian itu sekaligus menepis opini Ahli Keuangan Soemardjijo. BPK RI sebagai lembaga auditor keuangan tak dapat menolak permintaan KPK.

Baca Juga: Merasa ditipu, cewek Open BO bongkar borok pengacara inisial R: Dia itu…

“Jika saja BPK menolak melakukan audit Investigatif atau jenis Pemeriksaan Dengan Tujuan Tertentu (PDTT), maka BPK bisa dituntut dengan alasan merintangi, menghalangi dan menggagalkan penyelidikan, penyidikan dan persidangan dugaan tindak pidana korupsi pada Formula E,” kata Petrus.

Ia mengatakan BPK bukanlah lembaga satu-satunya dalam melakukan penghitungan kerugian negara, apalagi terkait tindak pidana korupsi.

“Tidak semua kerugian negara berasal dari tindak pidana korupsi. Dalam persoalan kerugian negara yang disebabkan oleh korupsi, KPK bisa gunakan instrumen Auditor BPK, bisa BPKP bahkan Akuntan Publik lain yang independen.”

Menurutnya, berbahaya jika seluruh kerugian negara akibat korupsi diharapkan penghitungannya hanya pada BPK, karena Auditor BPK pun bisa saja ikut melakukan korupsi, sebagaimana selama ini terjadi.

Baca Juga: Tahu ke mana arah pikiran netizen, Angel Karamoy ungkap alasan lebih suka yang gede: Daripada panjang tapi...

Halaman:

Editor: Dion Yudhantama

Sumber: Studi Demokrasi Rakyat

Tags

Artikel Terkait

Terkini