Soal sikap BW dalam kasus Formula E, LKSP: Banyak kasus belum tuntas kok dibela

- Rabu, 25 Januari 2023 | 14:24 WIB
Ilustrasi Formula E Jakarta (Instagram @fiaformulae)
Ilustrasi Formula E Jakarta (Instagram @fiaformulae)

Hops.ID – Bambang Widjojanto (BW) sempat ramai menjadi perbincangan lantaran menyerang pimpinan KPK Firli Bahuri di tengah pengusutan kasus Formula E. Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis Perspektif (LKSP) Jakarta Andre Vincent Wenas turut menyoroti aksi yang dilakukan oleh BW.

Andre menyebut BW sebagai tim sukses Anies tentu akan membela kandidatnya demi kelancaran kepentingan pilpres 2024.

"Mengenai BW, dia memang jadi loyalis Anies. Jadi pasti akan selalu membela buta apa pun yang dikerjakan Anies," kata Andre Vincent dikutip dari LKSP, Rabu, 25 Januari 2023.

Baca Juga: Merasa ditipu, cewek Open BO bongkar borok pengacara inisial R: Dia itu…

Andre menilai capres dari Nasdem tersebut memiliki jejak kasus yang belum tuntas, yakni skandal Formula-E, perusakan kawasan Monas (kayu Mahoni), waring untuk kali kotor, monument-monumen unfaedah, proyek Rumah DP 0%, proyek-proyek PD Pasar Jaya, proyek Damkar, normalisasi sungai, kelebihan bayar di sana-sini, sampai proyek bansos (beras busuk) yang baru saja terungkap.

"Proses hukum seharusnyalah berjalan tanpa kendala macam-macam. Apakah proses politik (pencapresan) oleh Partai Nasdem misalnya, tidak boleh menghambat atau jadi alasan penundaan proses hukum yang harus terus berjalan. Ini mega skandal korupsi berjamaah yang harus beres justru sebelum proses politik yang lebih besar spektrumnya (seperti pencapresan) itu dimulai."

Selain itu, Andre juga menyebut soal keterlibatan parpol-parpol yang ada di DPRD DKI Jakarta dalam skema politik uang Anies Baswedan.

Baca Juga: Ahmad Dhani sebut dirinya John Lennon versi Indonesia, reaksi netizen: Cuma Dhani musisi yang boleh…

"Ini yang membuat proses hukum jadi seperti dagang sapi dan bertele-tele. Kemunafikan anggota dewan yang nota bene bersekongkol dengan Anies untuk membancaki APBD DKI Jakarta harus dibongkar tuntas. Hal seperti ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut, karena uang rakyat terus (yang dibayar lewat pajak) terus menerus bocor (dibocorkan).”

Halaman:

Editor: Dion Yudhantama

Sumber: LKSP Jakarta

Tags

Artikel Terkait

Terkini