Trending

Trump positif corona: Emas meroket, rupiah menguat bagaimana nasib AS?

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump dan istrinya, Melania, mengabarkan dirinya positif virus Corona (COVID-19). Lewat laman Twitter resminya, Trump mengumumkan akan menjalani karantina.

Ia dan sang istri kembali menjalani tes covid-19 setelah salah satu penasihat dekatnya, Hope Hicks, dinyatakan positif corona pada Kamis 1 Oktober 2020 waktu setempat.

Baca juga: Trump dan Melania positif covid-19, statusnya pasien berisiko tinggi

“Malam ini, @FLOTUS (Melania-red) dan saya dinyatakan positif COVID-19. Kami akan memulai karantina kami dan proses pemulihan segera. Kami akan melalui ini BERSAMA!” tutur Trump.

Kabar positifnya Trump memicu beberapa pergerakan di sektor ekonomi dunia, hingga berdampak pada agenda kampanye Trump. Lalu bagaimana dengan Amerika? Bagaimana trump akan memimpin?

Presiden AS Donald Trump. Foto: CNN.
Presiden AS Donald Trump. Foto: CNN.

Dalam konstitusi Amerika Serikat Trump bisa menyerahkan jabatan kepresidenannya untuk sementara waktu.

Dilansir laman Tirto, pada Amandemen ke-25 menyebut bahwa presiden yang tidak mampu secara medis, memiliki opsi untuk sementara waktu mengalihkan kekuasaan kepada wakil presiden.

Tak hanya itu, seteah kondisinya membaik, Presiden dapat merebut kembali otoritasnya kapan pun dia menganggap dirinya layak untuk bertugas.

Diketahui, sejak amandemen itu disahkan pada 1967, baru ada tiga kasus yang pernah terjadi.

Pada tahun 1985, Presiden Ronald Reagan menjalani kolonoskopi untuk memeriksa potensi kanker usus besar dan secara singkat menyerahkan kekuasaan kepada Wakil Presiden George Bush.

Sedangkan George W. Bush, saat menjadi presiden, melakukannya dua kali, yakni untuk sementara waktu menyerahkan kekuasaannya kepada Wakil Presiden Dick Cheney selama kolonoskopi pada tahun 2002 dan 2007.

Sementara di bawah Undang-Undang Suksesi Presiden, seandainya Trump dan Wakli Presiden Mike Pence tidak dapat bekerja karena alasan kesehatan, maka sang juru bicara kepresidenan, Nancy Pelosi yang akan turun tangan.

Dampak terjangkitnya Trump, juga memicu pergerakan ekonomi global. Apa saja? Dilansir laman CNBC berikut ini dampaknya.

Harga emas meroket

Harga emas dunia justru menguat pada perdagangan Jumat 2 Oktober 2020 sesaat setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, mengumumkan positif terpapar virus corona.

Melansir data Refinitiv, harga emas dunia sebelumnya merosot 0,85 persen ke US$ 1.888,79/troy ons, setelahnya langsung berbalik naik ke US$ 1.916,76/troy ons pada pukul 13:49 WIB, meroket 1,5 persen dari level terendah hari ini.

Harga emas dunia sebelumnya juga sempat menguat ketika kemarin ketika enasehat pribadi Trump yaitu Hope Hicks mengumumkan dirinya positif corona.

Emas menguat lebih dari 1 persen ke US$ 1.905,04/troy ons, indeks dolar AS yang membukukan pelemahan 4 hari bertuntun menjadi penopang penguatan emas.

Sementara itu, amblesnya dolar AS merespons kemungkinan lanjutnya paket stimulus senilai US$ 2,2 triliun dari pemerintah AS yang sempat menimbulkan perdebatan dan diskusi alot.

Indeks Dow Jones merosot

Setelah kabar positifnya Trump merebak, Indeks Dow Jones futures merosot hingga 400 poin, artinya sentimen pelaku pasar memburuk, dan aset-aset safe haven seperti emas kembali diburu pelaku pasar.

Laman CNBC menulis bahwa indeks kontrak berjangka Dow Futures langsung ambruk hingga hampir 500 poin. Tercatat Dow Futures saat ini ambruk 1,55 persen setelah sebelumnya anjlok ke level terendahnya 1,78 persen.

Baca juga: Donald Trump bermain fatwa sebut Joe Biden melawan tuhan

IHSG diprediksi bakal ambles

Dampak positifnya Trum juga berpengaruh pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). IHSG ini merupakan salah satu indeks pasar saham yang digunakan oleh Bursa Efek di Indonesia.

Menutup perdagangan sesi pertama hari ini, Jumat 2 Oktober 2020, IHSG dengan koreksi sebesar 0,73 persen ke level 4.933,74.

IHSG dibuka di level 4.969,25 dan melemah 0,02 persen pada sesi prapembukaan. Pada pembukan, indeks acuan bursa tersebut melemah tipis 0,02 persen di level 4.969,24.

Donald Trump dan Melania
Donald Trump dan Melania Foto: Istimewa

Rupiah diprediksi menguat

Dampak Trump positif corona ternyata memicu penguatan rupiah. Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston mengatakan, dolar segera melemah yang membuat mata uang negara lainnya akan tumbuh meningkat. Termasuk pada negara berkembang seperti Indonesia.

“Ini bisa menahan pelemahan Rupiah saat ini,” ujar Ariston, dilansir Okezone Jumat 2 Oktober 2020.

Dia melanjutkan, efek Trump tersebut akan memberikan sentimen negatif untuk aset berisiko, jadi penguatan Rupiah bisa terjadi.

“Ini karena berita ini pun mungkin terbatas juga jadi bisa saja Rupiah akan terus menguat terus,” tukasnya.

Batalnya acara kenegaraan

Dalam laman twitternya, Trump menyebut dirinya dan sang istri akan menjalani karantina.

“Ibu Negara dan saya sedang menunggu hasil tes kami. Sementara itu, kami akan memulai proses karantina kami!” cuit Trump di Twitternya @realDonaldTrump, dikutip Jumat 2 Oktober 2020.

Cuitan itu muncul setelah Gedung Putih mengungkapkan jadwal Trump hari ini yang mencakup pertemuan Gedung Putih, round table dengan pendukung dan rapat umum kampanye malam hari di Florida.

Hingga kini pihak Gedung Putih tidak segera menanggapi pertanyaan tentang apakah karantina presiden akan mengakibatkan pembatalan acara.

Mengancam agenda kampanye trump

Dilansir dari New York Times, hasil tes positif Trump dapat menimbulkan kesulitan langsung bagi masa depan kampanyenya melawan sang penantang, Joe Biden, yang hanya menyisakan 33 hari sebelum pemilihan pada 3 November mendatang.

Bahkan disebutkan jika Trump tetap tanpa gejala sekalipun, ia harus mundur dari jalur kampanye dan tetap mengisolasikan diri di Gedung Putih untuk jangka waktu yang tidak diketahui.

Sementara jika dia sakit, hal itu dapat menimbulkan pertanyaan tentang apakah dia harus tetap berada dalam kontestasi Pilpres atau mundur.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close