Trending

UAS bongkar konspirasi RS: isinya orang paling jahat, mati pun bisnis

Ustaz Abdul Somad (UAS) yang sebelumnya mengakui mengalami gejala seperti penderita positif covid-19, membongkar konspirasi Rumah Sakit (RS) terhadap pasien covid-19.

Berdasarkan penuturannya, terdapat salah satu RS di Kota Pekanbaru, Riau yang sengaja memvonis pasien positif Covid-19 setelah melakukan pemeriksaan.

Muslima Fest

Namun karena tidak percaya terhadap hasil tes tersebut, pasien lantas mencari second opinion dengen melakukan pengecekan di rumah sakit lain. Hasilnya sangat mengagetkan, pasien tersebut justru dinyatakan negatif.

UAS saat sedang menyanyikan lagu Panggung Sandiwara milik Nicky Astria. Foto: YouTube Nafas Pembaharuan
UAS saat sedang menyanyikan lagu Panggung Sandiwara milik Nicky Astria. Foto: YouTube Nafas Pembaharuan

Dengan peristiwa ini, UAS sangat menyayangkan adanya sistem salah satu RS di Pekanbaru tersebut yang salah menvonis dan menyatakan pasien tersebut terkena covid-19.

“Inilah orang yang paling jahat di antara manusia yang jahat. Orang mati pun dibisniskannya juga. Orang sakit diambilnya juga manfaat di sana,” kata UAS dalam dakwah yang disiarkan kanal Youtube Musawarah.

Hal itulah yang bisa dikatakan sebagai adanya konspirasi RS yang memvonis pasien atau masyarakat yang melakukan pemeriksaan dengan hasil yang salah negatif namun dikatakan positif.

Tindakan RS tersebut menurut UAS tentu sangat merugikan bagi pasien atau masyarakat, meski dirinya mengakui adanya virus covid-19 yang tengah mewabah saat ini.

Tes usap gratis digelar Pemda Aceh Barat. Foto Antara/Syifa Yulinnas.
Tes usap gratis digelar Pemda Aceh Barat. Foto Antara/Syifa Yulinnas.

UAS sesalkan pihak RS ambil keuntungan

Meski mengakui adanya covid-19, UAS menyesalkan atas tindakan pihak rumah sakit yang melakukan hal merugikan bagi para pasien yang melakukan tes covid-19.

“Bahwa dia (Covid-19) ada? Ya. Tapi ada yang bermain? Ya. Ada covid itu? Ada. Tapi ada yang bermain? Ya,” ujarnya.

Ustaz Abdul Somad alias UAS sendiri mengaku mengalami gejala atau ciri-ciri yang menyerupai Covid-19. Bahkan, kata dia, hidungnya sampai tak mampu menghirup dan mengenali aroma makanan.

Setelah itu, dia kemudian mengaku pernah mengalami kondisi ‘hampir mati’ lantaran mengidap penyakit yang ciri-cirinya menyerupai Covid-19. Hal tersebut terjadi saat dirinya baru pulang dari perjalanan jauh ke luar kota. Lalu, saat sampai di rumah, tubuhnya mulai memburuk.

Kala itu, menurutnya, tulang-tulang tubuhnya seperti mau putus. Selain itu, kepalanya seperti ditusuk-tusuk menggunakan jarum yang tajam dan menyakitkan.

UAS saat sedang berdakwah mengatakan bahwa musik yang boleh hanya Shalawat Nabi. Foto: YouTube Nafas Pembaharuan
UAS saat sedang berdakwah mengatakan bahwa musik yang boleh hanya Shalawat Nabi. Foto: YouTube Nafas Pembaharuan

“Hari kesatu dan hari kedua, tulang-tulang sendiri rasanya mau putus. Hari ketiga dan hari keempat, ketika dipakai topi ini, rasanya jarum dan kaca tajam ditusuk-tusukkan ke kepala saya,” tuturnya.

Selain tulangnya yang terasa linu-linu dan kepalanya yang terasa bagaikan ditusuk-tusuk menggunakan jarum, dia mengaku, hidungnya tak bisa menghirup aroma makanan. Tanda-tanda tersebut tentu sangat menyerupai pengidap Covid-19.

“Tulang mau putus, topi dipasang rasanya seperti ditusuk-tusukkan jarum. Durian dicium tak ada baunya,” terangnya.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close