Trending

UAS: Cadar tak wajib, tapi bagus kalau yang pakai gadis bening

Baru-baru ini, seorang jamaah bertanya kepada Ustaz Abdul Somad atau UAS mengenai hukum penggunaan cadar bagi perempuan. UAS menjawab, ada sejumlah perbedaan pendapat mengenai hukum tersebut. Sebagian ulama mengatakan wajib, namun tak sedikit yang berpendapat sebaliknya.

Dikutip dari saluran Youtube Taufiq TV, Rabu 16 September 2020, UAS menerima pertanyaan itu melalui selembar kertas kuning berukuran kecil. Setelah membaca tulisan yang tertera di atasnya, dia langsung merespons pertanyaan tersebut.

Baca juga: Terkuak, ini alasan Ustaz Abdul Somad ogah jadi presiden

“Ada syekh di Riyadh, Saudi Arabia yang mengatakan cadar itu wajib. Sedangkan Syekh Albani mengatakan cadar itu tak wajib. Sesama ulama Salafi pun—jangankan yang bermazhab Syafi’i tak sepakat tentang cadar itu wajib. Adapun ulama-ulama Al-Azhar Mesir mengatakan, penggunaan cadar tak wajib,” terang Ustaz Abdul Somad.

Ustaz Abdul Somad. Foto: Dok Antara.
Ustaz Abdul Somad. Foto: Dok Antara.

UAS menilai, kendati banyak perbedaan pendapat mengenai hukumnya, namun menggunakan cadar tentu lebih bagus. Apalagi, kata dia, perempuan yang mengenakannya itu merupakan gadis cantik berkulit putih.

“Tapi kalau bercadar, bagus. Apalagi anak-anak gadis yang putih, bening, cantik yang kalau minum kopi nampak di sini (menunjuk leher), nah itu bagus dia bercadar,” terangnya yang kemudian disambut tawa dan gemuruh jamaah.

Ustaz Abdul Somad. Foto: Youtube
Ustaz Abdul Somad. Foto: Youtube

Lebih jauh, UAS menambahkan, saat ini marak orang yang tak bercadar mencemooh orang yang bercadar, begitupun sebaliknya. Ia meminta, hal tersebut jangan lagi terjadi. Sebab, keduanya sama-sama baik. Asalkan, tidak keluar dari paham ahlussunnah wal jamaah.

“Nah, ini makanya kalau ada (perempuan) yang bercadar jangan diejek. Mengapa kalau ada (perempuan) yang bercadar diejek? Kenapa diolok-olok? Tapi giliran (lihat) perempuan pakai rok pendek, diam. Berarti setan. (Kalian) yang bercadar bagus, silakan. Tapi yang tidak bercadar tidak apa-apa.”

“Jangan antara yang bercadar dan tak bercadar saling mengejek. Kalau kalian yang bercadar mengejek yang tidak bercadar, dan kalian yang tidak bercadar mengejek yang bercadar, maka yang tertawa yang tak bercelana. Oleh sebab itu mari kita jaga, selagi masih tidak keluar dari ahlussunnah wal jamaah, jangan saling caci maki,” kata dia.

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close