Trending

Bagaimana hukum kentut di dekat istri atau suami? Begini penjelasan UAS

Saat sudah menikah, biasanya sepasang pengantin lebih ‘bebas’ dalam mengekspresikan diri mereka. Bahkan, tak jarang, sifat malu-malu yang dulu dipelihara dengan baik, mendadak hilang saat usia pernikahan mulai dewasa. Salah satunya, kerap buang angin atau kentut di hadapan pasangan.

Meski terdengar sepele dan umum terjadi, namun kentut di hadapan suami atau istri rupanya kurang baik. Sebab, jika tak disenangi pasangan, kebiasaan tersebut bisa saja diharamkan. Setidaknya hal itu yang disampaikan Ustaz Abdul Somad (UAS) pada salah satu ceramahnya.

“Apa hukumnya buang angin (kentut) di depan istri?” UAS mengawali penjelasannya, dikutip dari saluran Youtube Jalan Lurus Channel, Rabu 4 Agustus 2021.

Ilustrasi Kentut. Foto: Diadona.
Ilustrasi Kentut. Foto: Diadona.

UAS kemudian berkisah, dahulu Nabi Muhammad SAW pulang ke rumahnya usai menyantap madu manisan bunga di luar. Namun, setibanya di rumah, istri tercintanya, Aisyah menghirup aroma tak sedap yang berasal dari mulut Rasulullah.

Saat itu, Nabi tak sungkan bertanya kepada istrinya mengenai aroma mulutnya yang tak sedap. Aisyah pun mengaku, dirinya tak menyukai bebauan tersebut. Menariknya, Nabi tak marah, dia justru berjanji tak akan menyantap makanan tersebut lagi.

“Apa kata Nabi? (Dia berkata), sejak hari ini tak akan kumakan lagi makanan itu, kuharamkan untuk diriku sendiri,” tuturnya.

Kentut di hadapan pasangan bisa jadi haram

Lebih jauh, UAS berkesimpulan, bau tak sedap dari mulut saja, jika tak disenangi istri, bisa berujung pada perbuatan haram. Apalagi bau tak sedap yang jelas-jelas berasal dari dubur.

“Bau masam dari mulutnya pun kalau tak disenangi istri diharamkan untuk dirinya. Bau dari mulutnya pun dia tak senang, ini malah dari bawah (kentut). Tapi mengaku sebagai umat Rasulullah SAW. Lahaula walakuata illabillah,” terangnya.

Ustaz Abdul Somad. Foto: YouTube
Ustaz Abdul Somad. Foto: YouTube

Mengutip pernyataan Nabi Muhammad, UAS mengatakan, sebaik-baiknya pria adalah yang baik kepada istrinya. Itulah mengapa, dia meminta, suami bisa melakukan hal baik di hadapan pasangannya. Bukan malah membuatnya tak nyaman dengan buang angin sembarangan.

“Orang yang paling sempurna imannya adalah yang baik akhlaknya. Maka, bapak harus menyenangkan hati ibu,” kata dia.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close