Fit

UAS pertama, ini daftar ustaz paling populer di RI sebulan terakhir versi survei

Baru-baru ini ada sebuah survei yang digelar Alvara Research Center berkaitan dengan Ramadan dan Pandemi Covid-19. Dalam survei itu turut dicari data siapa penceramah dan ustaz paling populer di Indonesia selama Ramadan lalu.

Bukan cuma mencari nama ustaz paling populer di Indonesia, namun survei itu juga membidik tema yang paling diminati, hingga saluran komunikasi favorit masyarakat.

Baca Juga: Ada kejanggalan pada Mitsubishi Pajero Eggi Sudjana setelah kecelakaan

Dan hasilnya, responden survei, yang datang dari berbagai latar belakang, kelas ekonomi, dan usia, itu menunjukkan kalau Ustaz Abdul Somad berada di posisi pertama.

Ustaz Adi Hidayat. Foto: Instagram.
Ustaz Adi Hidayat. Foto: Instagram.

Data survei menyebut Abdul Somad adalah ustaz paling populer selama Ramadan lalu dengan raihan 18,6 persen. Di posisi kedua, ada KH Bahauddin Nursalim (Gus Baha) yang diikuti oleh 15,7 persen responden.

Di posisi ketiga dan keempat, ada KH. Mustofa Bisri (Gus Mus, 8,3 persen), dan Abdullah Gymnastiar (Aa Gym, 5,3 persen). Sedangkan di posisi kelima dan keenam, ada Profesor Quraish Shihab serta Ustadz Adi Hidayat, dengan masing-masing 4,9 persen responden.

Tema paling populer

Seperti disitat Islami.co, Rabu 27 Mei 2020, survei publik ini memotret kebiasaan dan perilaku masyarakat Muslim Indonesia yang melaksanakan ibadah di bulan Ramadhan tahun 2020 dengan cara berbeda akibat mewabahnya pandemi Covid-19 di Indonesia.

Bukan cuma mencari figur ustaz paling populer, dari survei yang berlangsung selama dua pekan, yakni 9-15 Mei 2020, terungkap kalau tema favorit adalah seputar amal ibadah di bulan Ramadan dan praktik Fiqih kehidupan sehari-hari.

Masing-masing menjadi tema yang diikuti oleh 51,7 persen dan 50 persen responden survei. Sementara untuk tema-tema seperti Ilmu Aqidah, Ilmu Tauhid dan Ilmu Tasawuf praktis menjadi tema yang tidak banyak diikuti oleh responden dalam pengajian online di bulan Ramadan tahun ini.

Adapun 30 persen responden mendengarkan ceramah agama di waktu sahur, subuh sampai pukul 06.00 pagi. Kemudian sebanyak 25 persen responden mendengarkan ceramah agama pada pukul 17.00 – 18.00 sore, sebagai pengisi waktu senggang sambil menunggu berbuka.

KH Abdullan Gymnastiar
KH Abdullan Gymnastiar. Foto Instagram @aagym

Kemudian sebanyak 15 persen responden menyimak pengajian pada waktu setelah tarawih, tepatnya pada sekitar pukul 20.00 – 21.00 malam.

Tayangan di televisi rupanya masih merajai saluran informasi selama bulan Ramadan. Dalam kuisioner multirespon survei tersebut, diperoleh data sebanyak 54 persen responden menyimak pengajian lewat tayangan yang disiarkan stasiun televisi.

Lalu sebanyak 53,3 persen responden menyatakan mengikuti pengajian online via platform YouTube. Adapun untuk konten pengajian online melalui tayangan Live streaming masih sedikit, yakni di angka 18 persen.

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close