Trending

UAS picik salahkan muslim masuk gereja, konteksnya gini

Isu haram hukumnya muslim masuk gereja sedang jadi perbincangan publik di media sosial. Musababnya Gus Miftah berorasi di gereja dalam sebuah peresmian rumah ibadah tersebut. Nah narasi muslim haram masuk gereja ini muncul dari ceramah lama Ustaz Abdul Somad (UAS).

Lantaran ramai soal UAS yang berpendapat muslim haram masuk gereja, cendikiawan muslim NU, Akhmad Sahal merespons narasi UAS tersebut.

Muslima Fest

UAS picik

Gus Sahal di tayangan Cokro TV. Foto: Youtube.
Gus Sahal di tayangan Cokro TV. Foto: Youtube.

Akhmad Sahal atau Gus Sahal merespons narasi UAS yang menyatakan muslim haram masuk gereja. Gus Sahal mengatakan soal hal ini sih para ulama berbeda pendapat. Ada yang membolehkan, tapi ada ulama yang melarang.

Perbedaan itu, Gus Sahal malah menunjukkan Ali bin Abi Thalib saja pernah masuk gereja malah makan-makan di rumah ibadah itu. Makanya ada beda pendapat kok soal muslim masuk masjid.

“Dalam hukum Islam, ulama beda pendapat itu biasa banget. Termasuk tentang hukum masuk gereja. Ada yg haramkan, tp banyak yg bolehkan. Menantu Nabi Ali b Abi Talib pernah makan2 di gereja. Nyante. Kalo UAS ga mau ke gereja, itu haknya. Tp nyalahkan muslim yg ke gereja, itu picik,” jelas Gus Sahal dalam cuitannya di akun Twitter, Rabu 5 Mei 2021.

Riwayat menantu Nabi Muhammad SAW masuk gereja ini pernah diulas oleh cendikiawan NU, Nadirsyah Hosen atau Gus Nadir.

Dalam laman NU online, ternyata Ali masuk gereja itu adalah menggantikan Umar bin Khattab. Jadi sebenarnya kala itu Umar diundang umat Nasrani negeri Syam untuk jamuan. Tapi ternyata undangan jamuan itu dilakukan di gereja.

Umar kala itu memilih nggak memenuhi undangan itu dan memerintahkan Ali untuk datang menggantikannya. Kenapa Umar ogah datang ke gereja? Kalau hukum masuk gereja bagi muslim itu haram, lantas kenapa pula Ali diperintahkan Umar menggantikannya.

Nah ternyata ada alasan lho Umar ogah datang ke gereja.

“Kelihatannya alasan Umar tidak mau masuk dan menghadiri jamuan di gereja adalah karena khawatir umat Islam akan memahami bahwa boleh merebut gereja itu dan mengubahnya dijadikan masjid,” jelas Gus Nadir.

Ternyata sikap Umar pun sama ditunjukkan saat menolak masuk ke gereja di Palestina. Umar menghindari kerusakan dan kekerasan. Namun, jelas bahwa Imam Ali dan para sahabat memasuki gereja dan menghadiri jamuan di dalamnya.

Video lama UAS muslim haram masuk gereja

Ustaz Abdul Somad. Foto: Instagram @ustadzabdulsomad_official
Ustaz Abdul Somad. Foto: Instagram @ustadzabdulsomad_official

Nah narasi UAS bilang muslim haram masuk gereja yang lagi trending saat ini itu adalah bukan respons langsung atas orasi Gus Miftah. Jadi narasi yang beredar dari UAS itu begini.

“Haram hukumnya masuk ke rumah ibadah orang lain. Haram! Karena Nabi tak mau masuk ke dalam tempat kalau di dalam (tempat) itu ada berhala. Maka dalam Islam, mazhab Syafi’i mengharamkan masuk ke dalam rumah ibadah di dalamnya ada berhala,” kata Ustaz Abdul Somad dilansir dari channel YouTube pribadinya.

Nah ternyata pendapat itu adalah tanggapan UAS tentang film The Santri beberapa waktu lalu. Salah satu yang paling diperhatikan Ustaz Abdul Somad ketika ada adegan masuk ke dalam rumah ibadah agama lain, salah satunya adegan santri yang masuk membawa tumpeng ke gereja. Makanya dia menjawabnya seperti di atas itu.

Klarifikasi Gus Miftah

Gus Miftah saat berada di gereja. Foto: Youtube.
Gus Miftah saat berada di gereja. Foto: Youtube.

Gus Miftah telah memberikan klarifikasinya terkait hal ini. Ia memaparkan bahwa hadirnya ia di gereja merupakan atas undangan panitia

“Setelah beredar orasi kebangsaan saya di sebuah gereja di Jakarta Utara, tepatnya di GBI Penjaringan atas undangan panitia, saat itu saya hadir bersama Gubernur DKI Mas Anies Baswedan, Sekjen PBNU Gus Helmy, dan beberapa tokoh agama ada FKUB lah, dan itu atas undangan mereka.”Ia menegaskan bahwa acara tersebut dalam rangka peresmian GBI, bukan dalam rangka peribadatan.

“Acara yang diberikan ke saya pun judulnya orasi kebangsaan dalam rangka peresmian GBI, bukan dalam rangka peribadatan. Dicatat. Gara-gara itu kemudian saya dihujat banyak netizen dengan mengatakan, Miftah sesat, Miftah kafir, syahadatnya batal, dan sebagainya. Gus Miftah marah? Enggak. Saya bersyukur Alhamdulillah,” sambungnya.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close