Trending

Umat Islam marah, Sri Lanka wajibkan jenazah corona dikremasi

Sebuah kebijakan baru ditempuh Sri Lanka bagi para jenazah korban corona. Pemerintah Sri Lanka mewajibkan para jenazah corona di wilayahnya untuk dikremasi.

Seperti diketahui, saat ini sudah ada tujuh kematian akibat virus Corona di Sri Lanka, di mana tiga korban meninggal di antaranya adalah warga minoritas beragama muslim.

Baca Juga: Luhut patahkan aturan Terawan dan Anies: ‘PSBB jadi enggak jelas’

Atas arahan pemerintah Sri Lanka, ketujuh jenazah korban virus corona tersebut lalu dikremasi oleh otoritas setempat. Di mana, proses kremasi tetap dilakukan kendati mendapat protes keras dari umat muslim di sana.

Sejumlah orang di Sri Lanka memadati bus memakai masker. Foto: Reuters.
Sejumlah orang di Sri Lanka memadati bus memakai masker. Foto: Reuters.

“Jenazah seseorang yang meninggal atau diduga meninggal akibat COVID-19 akan dikremasi,” ucap Menteri Kesehatan Sri Lanka, Pavithra Wanniarachchi, dalam pernyataan disitat AFP, Senin 13 April 2020.

Seperti diketahui, aturan Pemerintah Sri Lanka soal corona memicu kemarahan umat Islam setempat yang mengangggap kremasi jenazah bertentangan dengan tradisi Islam. Sementara apa yang dilakukan Pemerintah Sri Lanka sendiri diklaim berpendekatan pada ungkapan Organisasi Kesehatan Dunia WHO yang mengatakan korban meninggal akibat terinfeksi virus corona bisa dikuburkan atau pun dikremasi.

Di Sri Lanka sendiri, sejauh ini sudah lebih dari 200 orang dinyatakan positif mengidap COVID-19.

Sementara itu, langkah kremasi jenazah korban virus corona di Sri Lanka dikritik keras oleh banyak kelompok-kelompok hak asasi manusia. Salah satunya disampaikan Direktur Amnesty International di Asia Selatan Biraj Patnaik.

Pemakaman jenazah Covid-19 di Madinah
Pemakaman jenazah Covid-19 di Madinah. Foto Twitter @YasserAyt

“Pada saat yang sulit ini, pihak berwenang harus menyatukan masyarakat dan tidak memperdalam perpecahan di antara mereka,” katanya.

Partai politik utama negara itu yang mewakili komunitas Muslim—yang merupakan 10 persen dari 21 juta populasi nasional juga telah berteriak lantang dan protes atas proses kremasi terhadap para jenazah korban virus corona

Mereka telah menuduh pemerintah mengabaikan tanpa perasaan masyarakat dan keinginan keluarga korban.

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close