Trending

UN ditiadakan, masyarakat jadi bingung

Kabar Ujian Nasional (UN) ditiadakan menjadi perhatian kalangan dunia pendidikan di Indonesia. UN ditiadakan mengingat krisis virus Corona atau Covid-19 yang diprediksi bakal berakhir pada April 2020.

Kabar UN ditiadakan menjadi viral setelah Ketua Komisi X DPR RI, Syaidul Huda menyampaikan hasil rapat daring dengan Menteri Pendidikan dan kebudayaan, Nadiem Makarim dan jajarannya.

Syaiful mengatakan, hasil rapat daring pada Senin malam 23 Maret 2020 menyepakati UN tingkat SD, SMP dan SMA ditiadakan akibat dampak pandemi tersebut.

“Barusan selesai Rapat Daring dengan Mendikbud dan Jajaran; salah satu yang kita sepakati; Ujian Nasional (UN) SD, SMP dan SMA Ditiadakan,” cuit akun Syaiful Huda dikutip Selasa 24 Maret 2020.

Postingan ini langsung dibanjiri komentar oleh warganet. Pengguna internet memberondong Syaiful dengan berbagai pertanyaan dan kejelasan atas hal tersebut.

Beberapa warganet membalas, jika UN tak diadakan pada tahun ini bagaimana nasib dari sekolah yang telanjur mengadakan UN. Sebagaimana kita ketahui SMK telah menyelenggarakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) mulai 16 Maret 2020.

Salah satu akun, @it_poetri bertanya, bagaimana SMK yang telah menjalankan UNBK apakah perlu melanjutkan Uji Kompetensi Keahliana (UKK).

“Dan apakah UKK masih tetap diadakan ditengah keadaan sperti ini? SMK ya mungkin ada iri lah pak sama SMA. Tapi kami mohon pengertiannya dari petinggi┬▓ untuk mempertimbangkan UNBK SMK dan UKK tahun ini. Terimakasih,” tulis akun tersebut.

Baca juga: Imbas corona sederetan mal di Jakarta tutup

Dengan ribuan pertanyaan yang muncul, mengundang akun media sosial Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Admin akun kementerian ini membalas berondongan pertanyaan yang muncul, namun akun ini mengaku belum mendapatkan kejelasan soal UN ditiadakan.

“Untuk menjawab puluhan ribu komentar dan pertanyaan terkait UN: Admin belum menerima informasi resmi mengenai pembatalan UN. Harap menunggu informasi resmi dari Kemendikbud. Terima kasih,” balas akun Kemendikbud tersebut.

Sampai berita ini diturunkan, laman Kemendikbud belum merilis pengumuman soal UN ditiadakan.

Sebelumnya, Kemendikbud merilis UN SMK di enam provinsi ditunda akibat wabah Covid-19. Kemdikbud mencatat 47 persen siswa SMK mengikuti UN pada 16 Maret 2020.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close