Mabit di Muzdalifah merupakan rangkaian dari wajib haji, begini hukumnya kalau ditinggalkan

- Kamis, 20 Januari 2022 | 17:13 WIB
Ilustrasi berhaji. (Foto: Pixabay)
Ilustrasi berhaji. (Foto: Pixabay)

Hops.ID – Ada serangkaian ibadah saat berhaji, salah satunya mabit di Muzdalifah merupakan rangkaian dari wajib haji. Maka setiap jamaah wajib melakukannya, kecuali mereka yang sudah uzur.

Setelah jamaah haji melaksanakan wukuf di Padang Arafah, maka selanjutnya adalah mabit di Muzdalifah merupakan rangkaian dari wajib haji. Mabit artinya bermalam atau berhenti sejenak sebelum prosesi melontar jumrah.

Muzdalifah merupakan daerah yang terletak di antara Arafah dan Mina. Di sana, jamaah haji bisa mengumpulkan batu kerikil yang akan digunakan untuk melempar jumrah.

Wajib membayar dam jika meninggalkan

Ada beberapa amalan yang wajib dilakukan, salah satunya mabit di Muzdalifah merupakan rangkaian dari wajib haji. Jika tidak dilakukan, ibadah haji seseorang tetap sah tapi harus diganti dengan membayar dam. Meski begitu, ada pengecualiaan bagi mereka yang uzur.

Baca Juga: Minyak goreng di Malaysia cuma Rp8 ribu per liter, kok di Indonesia mahal?

Rasulullah menjelaskan, “Barang siapa meninggalkan suatu ibadah wajib dalam haji atau lupa, maka dia wajib menyembelih kurban”. (HR. Malik)

Tujuan mabit di Muzdalifah merupakan rangkaian dari wajib haji

Saat di mabid Muzdalifah, jamaah haji mendapat kesempatan untuk beristirahat. Hal ini agar jamaah bisa mempersiapkan stamina untuk esok harinya melempar jumrah Aqabah di Mina yang tergolong berat.

Ada waktu untuk mabit di Muzdalifah merupakan rangkaian dari haji yakni pada malam 10 Dzulhijjah selepas wukuf di Arafah.

Di bagian sebelah barat dari Muzdalifah ini terletak Masy’aril Haram, yaitu Jabal Quzzah. Di tempat ini jamaah melakukan mabit atau wukuf, jika telah melewati tengah malam.

Halaman:

Editor: Cesaria Hapsari

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Melawan mitos buruk saat membaca

Rabu, 18 Mei 2022 | 06:35 WIB