Penjelasan perubahan naskah Piagam Jakarta dan rancangan UUD oleh PPKI

- Jumat, 21 Januari 2022 | 17:39 WIB
Proses di balik hari lahir Pancasila (Foto: Kompas.com)
Proses di balik hari lahir Pancasila (Foto: Kompas.com)

Hops.ID - Hopers, kamu masih hafal gak isi dari Piagam Jakarta? Ya, Piagam Jakarta adalah dokumen historis yang merupakan hasil kompromi silang antara pihak Islam dengan pihak kebangsaan atau nasionalis yang terbentuk di dalam BPUPKI (Farid, Harimurti, 2021). 

Piagam Jakarta disusun oleh panitia sembilan pada 22 Juni 1945. Adapun anggota dari panitia sembilan adalah Ir. Soekarno (ketua), Drs. Moh. Hatta (wakil ketua), Mr. Achmad Soebardjo, Mr. Muhammad Yamin, KH. Wachid Hasyim, Abdul Kahar Muzakir, Abikoesno Tjokrosoejoso, H. Agus Salim, dan Mr. A.A. Maramis. 

Rumusan Piagam Jakarta yang terdapat pada naskah Piagam Jakarta terdiri dari sebagai berikut.

  • Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluknya.
  • Kemanusiaan yang adil dan beradab.
  • Persatuan Indonesia.
  • Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan atau perwakilan.
  • Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Naskah tersebut kemudian diterima oleh BPUPKI untuk dijadikan Rancangan Mukadimah Hukum Dasar Negara Indonesia Merdeka tepatnya pada tanggal 14 Juli 1945.

Baca Juga: Anies Baswedan cetak banyak prestasi, PDIP: Piagam kan bisa dibeli

Perubahan naskah piagam Jakarta oleh PPKI

Pada prosesnya, kelima poin yang terdapat di Piagam Jakarta menuai perdebatan, terutama poin pertama. Golongan nasionalis menilai bahwa isi Piagam Jakarata kurang mencerminkan keberagaman yang ada pada masyarakat Inodnesia. Pendapat tersbeut bertentangan dengan pemikiran golongan Islam. 

Pada sidang Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) 18 Agustus 1945, dirumuskan bahwa sila pertama yang ada pada Pancasila akan diubah. Alhasil, poin pertama yang berbunyi “Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluknya” diubah menjadi “Ketuhanan yang Maha Esa”. 

Perubahan sila pertama sendiri bertujuan untuk menjaga persatuan bangsa Indonesia agar terhindar dari perpecahan antar kelompok. 

 

Halaman:

Editor: Nariyati

Sumber: Gramedia Blog

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Melawan mitos buruk saat membaca

Rabu, 18 Mei 2022 | 06:35 WIB