Cyberstalking, salah satu jenis kejahatan yang mungkin tak disadari padahal menyeramkan dan harus dihentikan

- Jumat, 6 Mei 2022 | 13:32 WIB
Ilustrasi stalker yang sedang mengawasi target melalui kamera.  (Pixabay/TheDigitalArtist)
Ilustrasi stalker yang sedang mengawasi target melalui kamera. (Pixabay/TheDigitalArtist)

Hops.ID – Secara harfiah, stalker atau penguntit dapat diartikan sebagai orang yang terus-menerus mengikuti seseorang tanpa izin dan tanpa memikirkan kenyamanannya.

Dalam kehidupan sehari-hari saat ini, stalking kerap dikaitkan dengan kegiatan menelusuri akun media sosial seseorang secara diam-diam, tanpa sepengetahuan sang pemilik akun.

Kedengaran tak berbahaya, bukan? Sepintas, cyberstalking atau gaya stalking via media sosial terlihat bertujuan untuk memuaskan rasa penasaran saja.

Baca Juga: 5 drakor dan film yang direkomendasikan Jungkook BTS, ayuk nonton bareng, jangan lupa camilan ya!

Bahkan, para penelusur rahasia ini hanya dijuluki kepo, bukan stalker.

Secara umum, orang-orang memandang stalker sebagai sosok yang mengenakan penutup wajah, jaket tebal, dan suka mengikuti targetnya ke mana-mana seperti dalam film.

Padahal secara psikologis stalking akun media sosial bisa dikategorikan sebagai cyberstalking.

Melansir Psychology Today pada Jumat, 6 Mei 2022, cyberstalking diartikan sebagai kegiatan penguntitan atau stalking dengan bantuan teknologi.

Baca Juga: Ferry Irawan siap ikut Caleg 2024, tak mau kalah dari Venna Melinda: Untuk rakyat

Masih merujuk pada sumber yang sama, berikut adalah lima contoh cyberstalking yang cukup sering ditemukan.

Halaman:

Editor: Ratih Nugraini

Sumber: Psychology Today

Tags

Artikel Terkait

Terkini

7 Kasus pelanggaran pelanggaran HAM di Indonesia

Sabtu, 3 Desember 2022 | 09:56 WIB