Melawan mitos buruk saat membaca

- Rabu, 18 Mei 2022 | 06:35 WIB
Melawan mitos buruk membaca (Pixabay)
Melawan mitos buruk membaca (Pixabay)

Hops.ID – Hari Buku Nasional dilaksanakan kemarin tepatnya 17 Mei 2022. Buat kalian yang suka membaca hanya untuk keperluan skripsi dan pekerjaan kantor saja, ketahuilah bahwa mitos buruk tentang membaca sangat banyak.

Hari Buku Nasional seharusnya dirayakan oleh semua orang, karena semua orang sebetulnya suka membaca entah itu karena buku yang dia suka atau ada keperluan di dalamnya.

Ada beberapa mitos saat membaca yang harus dihilangkan agar kamu mulai mencintai buku dan gemar membacanya. Tak hanya itu, nantinya kamu akan tahu arti dari hari buku nasional yang telah berdiri sejak 20 tahun lalu.

Baca Juga: Ini jawaban Kementerian Dalam Negeri Singapura terkait tudingan UAS yang mengaku dideportasi

Saat di bangku sekolah kita dilajarkan mengenali tiap hurufnya hingga bosa menghubungkan menjadi per kata. Ketika kelas dua sekolah dasar kamu sudah bisa memahami kalimat tanpa mengeja tiap hurufnya, tetapi hanya sebatas itu saja yang sudah kita lakukan.

Hamdan W Tarerasi penulis buku Genius Learning Revolution menceritakan mitos buruk saat membaca seperti, membaca itu sulit, tidak boleh menggunakan jari, harus dieja per kata dan perlahan.

Yang pertama membaca itu mudah. Membaca merupakan pencapaian kompleks yang dicapai oleh otak manusia, seharusnya dengan bertambah usia kita dapat merasakannya. Membaca dengan menggunakan jari bukan hal buruk, mungkin karena kamu menggunakannya utuk membaca kata satu per satu yang dapat memperlambat kamu membaca.

Baca Juga: Disangka teroris dan bisa pengaruhi pilpres, UAS pernah dilarang masuk Timor Leste pada 2018

Sekarang boleh menggunakan jari lagi, tapi sekarang gunakan jari untuk menuntun membaca lebih cepat dari biasanya,

Halaman:

Editor: Alfiyah Rizzy Afdiquni

Sumber: Buku Genius Learning Revolution

Tags

Artikel Terkait

Terkini