Utamakan sains, warganet protes banyak jurnalis kutip pernyataan Mbak Rara soal hilangnya Eril di Swiss

- Sabtu, 28 Mei 2022 | 16:06 WIB
Rara Istiati Wulandari belakangan ini menghebohkan publik atas pernyataannya yang mengaku telah berkomunikasi dengan roh Emmeril Khan Mumtaz (Eril), anak sulung dari Ridwan Kamil yang hilang di Sungai Aare Swiss. (tangkapan layar instagram @rara_cahayatarotindigo)
Rara Istiati Wulandari belakangan ini menghebohkan publik atas pernyataannya yang mengaku telah berkomunikasi dengan roh Emmeril Khan Mumtaz (Eril), anak sulung dari Ridwan Kamil yang hilang di Sungai Aare Swiss. (tangkapan layar instagram @rara_cahayatarotindigo)

Hops.ID - Pentingnya berdasar pada sains menyeruak ke permukaan setelah pada awal tahun 2020 seluruh dunia diserang pandemi Covid-19.

Waktu itu, sains dengan segera mengambil peran berbagai narasi konspirasi dalam merespon pandemi

Beberapa Negara [termasuk Indonesia] dengan cepat mengadaptasi temuan sains paling mutakhir seperti aplikasi pelacakan kontak digital atau contact tracing dan konsultasi kesehatan berbasis virtual untuk menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat.

Baca Juga: Partai Buruh resmi ambil alih kendali pemerintahan di Australia

Fakta tersebut jelas menunjukkan pentingnya sains dan inovasi serta relevansinya pada dunia yang terus berubah. 

Hal ini bahkan diafirmasi temuan baru dari State of Science Index (SOSI), dalam penelitian yang dilakukan pada Juli-Agustus 2020, sekitar enam bulan setelah masa pandemi diumumkan. 

"Pada masa pandemi COVID-19, sebanyak 89% responden menyatakan kepercayaannya terhadap sains; 86% merasa percaya terhadap ilmuwan; dan 77% setuju bahwa sains butuh lebih banyak pendanaan," tulis laporan tersebut, dilansir Hops.ID dari laman Indo Telko, Sabtu 28 Mei 2022.

Baca Juga: Pemerintah Australia mulai fokus prioritaskan isu krisis iklim, Indonesia mau kapan?

"Lebih dari itu, 92% responden di seluruh dunia percaya bahwa untuk mengatasi pandemi global, sains dibutuhkan dalam setiap tindakan kita, hal ini juga menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap sains. Untuk pertama kalinya, seluruh dunia mengapresiasi sains dan relevansinya terhadap kehidupan sehari-hari," katanya lagi. 

Halaman:

Editor: Septian Farhan Nurhuda

Sumber: Indo Telko

Tags

Artikel Terkait

Terkini