Di tengah ancaman wabah dan krisis iklim, ilmuwan ini sebut adopsi bayi virtual akan jadi tren di masa depan

- Kamis, 2 Juni 2022 | 17:23 WIB
Ilustrasi kemiskinan
Ilustrasi kemiskinan

Hops.ID - Masih ingat dengan game Tamagotchi? Ya, Anak 90-an mayoritas tahu bahwa ada sebuah game yang mengondisikan penggunanya memiliki bayi virtual dari binatang.

Namun, selang waktu yang tidak terlalu lama dari sekarang —atau tepatnya 50 tahun ke depan— manusia juga memungkinkan punya bayi virtual.

Seorang ilmuwan Artificial Intelligent (atau AI) terkemuka asal Inggris menyebutkan bahwa di Amerika Serikat orang tua memerlukan biaya sekitar Rp3 miliar untuk merawat anak hingga mencapai 17 tahun. Sehingga, bukan hal mustahil jika mereka lebih memilih bayi virtual nantinya.

Baca Juga: Walhi dorong pemerintah segera rancang UU Perubahan Iklim

Sementara untuk satu orang anak digital, di sisi lainnya, untuk dapat memenuhi semua kebutuhannya hanya perlu biaya kurang lebih kisaran Rp326 ribu per bulan.

Di tengah ancaman kemiskinan massal, wabah, krisis iklim, dan serta kepadatan penduduk, sejumlah ilmuwan semakin khawatir akan perkiraan 11 miliar orang penghuni bumi pada tahun 2100 nanti bakal kesulitan mendapatkan makanan, perawatan kesehatan, dan sumber daya penting lainnya yang mereka butuhkan untuk bertahan.

Sekarang hal tersebut menjadi perhatian nyata bagi calon orang tua di Amerika Serikat. Menurut jajak pendapat YouGov pada tahun 2020, ditemukan hampir 10% orang dewasa memilih untuk tetap tidak memiliki anak karena alasan ini. Sementara 10% lainnya menyebut dampak finansial untuk memiliki anak.

Baca Juga: Pemerintah Australia mulai fokus prioritaskan isu krisis iklim, Indonesia mau kapan?

“Berdasarkan penelitian tentang mengapa sebagian pasangan memilih untuk tetap tidak memiliki anak, saya pikir masuk akal untuk mengharapkan sebanyak 20% orang memilih untuk memiliki bayi AR [augmented reality] daripada yang asli,” kata Catriona Campbell, mantan penasihat pemerintah Inggris dan British Interactive Media Association Digital Hall of Fame, dilansir Hops.ID dari laman Suara, Kamis 2 Juni 2022.

Halaman:

Editor: Alfiyah Rizzy Afdiquni

Sumber: Suara

Tags

Artikel Terkait

Terkini