Pengalaman horor mahasiswa keperawatan RS swasta Jogjakarta diganggu jin LGBT

- Selasa, 28 Juni 2022 | 22:04 WIB
Ilustrasi penampakan hantu yang berkujung ke poli gigi dan berlanjut mendatangkan banyak gangguan (Twitter @saturnrushx)
Ilustrasi penampakan hantu yang berkujung ke poli gigi dan berlanjut mendatangkan banyak gangguan (Twitter @saturnrushx)



Hops.ID - Cerita dua orang mahasiswa indekos yang saat itu sedang praktik lapangan pertama mereka saat semester dua di salah satu rumah sakit swasta di Yogjakarta.

Awalnya tidak menyangka jika pasien yang datang tersebut ternyata bukan manusia, keduanya diganggu, terutama salah satu kawannya yang sampai harus disukai oleh si pengganggu tersebut.

Dikutip dari akun Twitter @saturnrushx oleh Hops.ID pada 28 Juni 2022, pemilih akun menceritakan pengalaman dirinya dan temannya yang kerap diganggu oleh jin setiap harinya di dalam kos tempat mereka tinggal.

Awalnya mereka mendapat giliran untuk berjaga di poli syaraf, tapi karena poli syaraf sepi akhirnya keduanya diminta untuk membantu dokter di poli gigi.

Baca Juga: 10 Alasan dianjurkan bersedekah secara teratur, salah satunya memenuhi kebutuhan harian

Saat itu, kedua mahasiswi itu sedang ambil shift siang di poli gigi. Sekitar pukul setengah 4, sampai datang pukul 5 sore, tak juga kedatangan pasien baru, dokter izin untuk makan dan minta kedua mahasiswa tersebut untuk berjaga sampai dokternya kembali.

Tiba pukul setengah 6, tiba-tiba pintu bergeser dan terlihat perempuan paruh baya masuk perlahan mendekat masuk ke dalam ruangan.

"Misi" (permisi) kata perempuan itu peran namun terdengar jelas, ia menunduk memberi hormat dengan kulit seperti manusia biasa lainnya, tak tampak pucat, namun matanya agak seram dengan lingkaran hitam disekitar matanya dan sedikit kotoran mata yang mengering.

Baca Juga: 10 Cerita pendek untuk anak: Fabel dan kisah penuh hikmah lainnya

Perempuan itu memakai baju merah polos kusam di bawah lutut, lengan baju panjang sampai pergelangan dan rambut hitam panjang sepinggang kepang samping dan terlihat acak-acakan, seperti belum keramas dan jarang sisiran. Ia tak membawa apa pun, hanya sendal jepit kayu model lusuh.

Pada sistem komputer dilihat, tak ada laporan adanya pasien baru, jadi mereka pikir, barangkali petugas memang belum sempat menginput.

Tanpa diminta, perempuan itu duduk di kursi dental. Duduk selonjoran dengan kaki ngangkang, badan tegap tanpa senderan belakang dan kepala menghadap ke atas.

Baca Juga: Bukan hanya sebagai fasilitas ibadah, 4 masjid ini menjadi syiar Islam hingga pusat kegiatan umat muslim

Melihat pemandangan yang tak lazim itu, tak satu pun dari mahasiswi itu curiga.

"Weh dia sesek nafas kah? Apa perlu diperiksa dulu?" kata temannya memperhatikan nafasnya yang sangat cepat.

Awalnya mereka akan melakukan pendataan awal terhadap pasien, agar ketika nanti dokternya datang, pasien dapat langsung mendapat tindakan.

Tapi sebab tingkahnya yang tak lazim itu, kedua mahasiswi itu merasa sungkan  dan membatin dengan tingkah pasien yang tidak berubah dari awal ia masuk ruangan.

Baca Juga: Labuan Bajo, sepetak surga dan konflik agraria atas nama pembangunan pariwisata premium kelas dunia

Setelah kurang lebih 10 menit dalam kesunyian, si teman akhirnya bertanya kepada pasien perempuan tersebut.

"Mbak maaf, namanya siapa? Mau saya catat" tanyanya.

Lantas si pasien menjawab berbisik lirih dan masih dengan posisi yang tidak berubah.

Mulutnya bergerak pelan menganga, setelah itu, mulutnya jadi menganga berkepanjangan, sambil mengeluarkan air liur dari mulut hingga mengalir ke leher.

"Jadi semakin serem bentukannya please, temenku malah nanya-nanya segala" ucap salah satu mahasiswi itu dalam hati.

Baca Juga: Resep teh lemon jahe, minuman berkhasiat yang bikin tidur kamu auto nyenyak, jangan lewatkan bahan penting ini

Kedua mahasiswi itu hanya berdiam dan memutuskan untuk mengoobrol lewat chat.

"ODGJ (orang gila) bukan sih? Ngeri banget mending keluar dulu yu bilang mau salat?" dan atas alasan itu, kedua mahasiswi tersebut keluar dan hendak memanggil dokter.

Saat sampat di ruang dokter, mereka menyampaikan bahwa ada pasien baru yang sudah menunggu, lantas si dokter mengecek HPnya, namun kata si dokter, tidak ada laporan antrian baru yang masuk.

"Namanya siapa? Biar kita panggil" sambil berjalan ke ruangan yang dituju. Sesampainya disana, tak nampak pasien yang dimaksud, namun terlihat pada kursi dental yang tadi di duduki pasien itu terdapat banyak cairan mirip air liur bening tetapi sangat bau.

Halaman:

Editor: Alfiyah Rizzy Afdiquni

Sumber: twitter.com/saturnrushx

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Lirik lagu We, First - ALICE

Senin, 15 Agustus 2022 | 16:23 WIB