Greenpeace UK: Darurat krisis iklim adalah warisan kolonialisme

- Sabtu, 23 Juli 2022 | 14:35 WIB
Ilustrasi krisis iklim Bumi. (Pixabay/Sumx)
Ilustrasi krisis iklim Bumi. (Pixabay/Sumx)

Hops.IDGreenpeace UK, dalam laporannya menyebut bahwa krisis iklim dan ekologi adalah warisan sistemik yang rasis, dan orang-orang kulit berwarna menderita dari bahaya tersebut.

Secara global, kata laporan Greenpeace UK itu, adalah orang kulit berwarna yang meskipun berkontribusi paling sedikit terhadap darurat krisis iklim, tapi sekarang nyaris kehilangan nyawa dan mata pencahariannya.

“Krisis iklim adalah warisan kolonialisme. Ini karena kolonialisme telah menetapkan dunia bagian selatan digunakan sebagai tempat untuk membuang sampah dari utara," tulis laporan itu, dilansir Hops.ID dari laman The Guardian, Sabtu 23 Juli 2022.

Baca Juga: Ini alasan mengapa kita layak menaruh perhatian pada bahaya krisis iklim

Di London, misalnya, orang kulit hitam lebih mungkin menghirup polusi udara, dan orang kulit hitam di Inggris hampir empat kali lebih mungkin terpapar daripada orang kulit putih yang tidak memiliki akses ke ruang terbuka di rumahnya.

“Kami berpendapat bahwa keadaan krisis iklim dan lingkungan tidak dapat dipahami tanpa mengacu pada sejarah kolonialisme Inggris dan Eropa, yang menggerakkan ekstraksi sumber daya rasial dari orang kulit berwarna,” katanya.

Publikasi laporan tersebut menjadikan Greenpeace UK sebagai kelompok terbaru yang menghubungkan keadilan rasial dengan agenda lingkungan.

Baca Juga: Di tengah ancaman nyata krisis iklim, Indonesia malah berpotensi gagal turunkan emisi

Pat Venditti, direktur eksekutif Greenpeace UK, menggambarkan masalah ini sebagai dua sisi mata uang yang sama.

“Inilah mengapa sangat penting bahwa sebagai organisasi. Kami membantu menjelaskan hubungan antara rasisme dan kerusakan lingkungan dan menjadikannya pilar utama dari pekerjaan kami,” kata Venditti.

Halaman:

Editor: Cesaria Hapsari

Sumber: The Guardian, greenpeace

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Lirik lagu Bila Nanti - Nabila Maharani

Minggu, 4 Desember 2022 | 10:24 WIB