Karyawisata mahasiswa jurusan sejarah, berakhir horor di hotel kawasan Lembang

- Minggu, 2 Oktober 2022 | 15:50 WIB
Misteri Hotel Lembang. (unsplash.com/AshwiniChaudhary)
Misteri Hotel Lembang. (unsplash.com/AshwiniChaudhary)

Hops.ID - Terjadi pada tahun 2016, yang dialami oleh seorang mahasiswa jurusan sejaran di universitas Jogjakarta saat melakukan study tour. Salah satunya ke kota Bandung.

Andi, kakak dari penulis cuitan yang juga menjadi ketua panitia acara tersebut merencanakan akan mengunjungi beberapa tempat bersejarah di antaranya Linggar Jati, museum  Lubang Buaya, monumen Seroja, museum Konferensi Asia Afrika (KAA) dan objek wisata Gunung Tangkuban Perahu.

Rapat perencanaan dihadiri oleh beberapa dosen dan event organizer (EO) yang pada akhirnya menarik kesumpulan bahwa tempat-tempat yang akan dikunjungi hanya sekitar Bandung dan Jakarta.

Baca Juga: Pengalaman mistis mahasiswi saat pelajari tari Sintren, seorang teman kerasukan dan terpaksa dinikahkan

Selain menyepakati lokasi kunjungan, forum rapat juga mempertimbangkan hotel yang akan ditempati.

Salah satu dari dosen pembimbing, pak Ahmad menyarankan untuk memillih hotel yang jaraknya tidak terlalu jauh dengan lokasi Gunung Tangkuban Perahu.

"nanti nginepnya di hotel X aja, woh itu tempatnya bagus, pemandangannya juga tak kalah keren. wis bapak sarankan kesana aja" Ucapnya sore itu.

Kedua dosen pendamping lain hanya menganggup setuju.

Pihak EO, Pak Seno mengkonfirmasi ulang dan menyarankan untuk segera fiksasi hari itu agar dapat segera dibooking di tanggal yang sudah ditentukan.

Baca Juga: Poster Hari Tani Nasional yang diunggah Jokowi undang respons netizen, simak 7 hal kocak ini

Tanpa pikir panjang, semua orang yang ada disana sepakat termasuk lokasi restoran yang jaraknya dekat dengan lokasi hotel.

Dari kesimpulan itu, Andi bertugas unutk memberi tahu semua mahasiswa dari kelas A,  maupun kelas B terkait apa saja yang perlu diketahui terkait rencana perjalanan mereka.

Tak lupa, Andi juga membuat grup WhatsApp untuk memudahkan berkomunikasi kepada semua orang yang menjadi tanggungjawabnya.

Jumlah mahasiswa yang ikut saat itu sekitar 130 orang yang dibagi menjadi 2 bus. Andi mendapat bagian menumpangi bus A.

Baca Juga: Wanita diduga dikeroyok oknum Polwan perkara pacar, pak RW yang melerai meninggal di TKP

Pada hari keberangkatan, rombongan meninggalkan Jogjakarta sekitar pukul 9 pagi menuju arah Kuningan.

Selama perjalanan, semua dirasa lancar hingga akhirnya di hari pertama sampai di Jakarta dan semua berjalan dengan lancar.

Setelah meninggalkan Jakarta, rombongan itu akan langsung ke Bandung untuk makan lalu kemudian menuju hotel.

Akhirnya mereka  tiba di restauran jawa timuran yang berada tidak jauh dari lokasi wisata Gunung Tangkuban Parahu, sebagaimana rekomendasi rapat sebelum pemberangkatan.

Berbeda dengan mahasiswa lainnya, Andi makan bersama dosen, beberapa anggota EO dan supir bus di ruangan khusus.

Baca Juga: Viral pemukulan pengemudi busway, cek mulai dari info temuan netizen sampai tanggapan wakil Gubernur disini

Pada pelaksanaan kegiatan, yang hadir mewakili dosen hanya pak Beni saja. Sementara dua dosen yang lain termasuk pak Ahmad berhalangan untuk hadir karena punya keperluan akademis lain.

Tak lama, pemilik restoran mendatangi rombongan Andi.

"Gimana makanannya pak? Kami menerima untuk kritik dan sarannya," ucapnya sambil duduk di kursi.

"Oh enak kok pak, mantap," sahut Pak Beni. Meskipun sebenarnya Pak Beni belum mencicipi hidangan sedikit pun.

"Oh iya ini mau kemana atau dari mana pak?" tanya nya lagi.

Baca Juga: Klarifikasi kasus viral suami laporkan pelecehan istri: Saya ingin melindungi anak dan keluarga dari teror

"Kami rombongan dari jogja pak, kebetulan baru pulang dari kunjungan di Jakarta, tapi setelah ini bakal ke hotel dulu, terus besok pagi kegiatan lagi,"  jelas pak Beni.

"Oh berarti baru sampai ke bandung tah, lah nginepnya di hotel mana?" tanya pemilik restauran itu lagi.

"Hotel X pak, nyari yang gak jauh dari tangkuban perahu," jawab Pak Beni.

Raut wajah pemilik restauran tiba tiba berubah.

Baca Juga: Baim Wong buat konten prank KDRT, netizen pertanyakan empati Paula Verhoeven sebagai seorang wanita

Ingin menyarankan hotel lain pun, rombongansudah kadung membayar setengah dari tagihan hotel.

Andi yang asik makan, tak banyak terlibat dalam percakapan perkara hotel. Ia lebih fokus dengan gulai kepala kakap yang sedang disantapnya.

Baca Juga: Cerita temuan dua jasad bayi di rumah seorang expat asal Prancis di Korea Selatan, siapa pelakunya?

Pak Rey, salah satu dari EO menjelaskan bahwa pihaknya sudah mensurvey hotel yang akan ditinggali. 'bagus dan terawat," katanya.

Ia juga menambahkan kalau anak-anak sejarah cenderung menyukai tempat-tempat yang bergaya klasik.

Pemilik restauran menampakan wajah khawatir.

"Yo sebenarnya memang hotelnya bagus pak, tapi banyak yang bilang kalau hotel itu angker," terangnya.

Pemilik retauran menjelaskan kalau banyak orang yang mengalami hal hal janggal ketika sedang menginap di hotel itu. Salah satunya sering terlihat arwah perempuan yang berlalu lalang.

Baca Juga: Viral! Istrinya diduga dilecehkan oleh teman sekantor, suami murka ungkap kronologi di Twitter

Mendengar cerita dari pemilik restauran, Anda yang satu satunya mahasiswa di sana, diminta untuk tidak membuat khawatir mahasiswa lainnya, agar acara bisa berjalan dengan baik.

Andi paham, sekaligus ia tiba-tiba teringat salah satu temannya Anna yang memiliki sensitifitas unik, termasuk juga Anna sudah dikenal sebagai orang yang mudah merasakan hal-hal mistis.

Sebelum meninggalkan restauran, pemilik restauran memberikan buah tangan dan ucapan terima kasih atas kunjungannya.

Lalu, rombongan pun tiba di hotel pukul 9 malam. Ternyata gerbang masuk hotel agak menjorok ke dalam gang. Tidak persis di pinggir jalan besar.

Halaman:

Editor: Ratih Nugraini

Sumber: twitter.com/Wakhidnurrokhim

Tags

Artikel Terkait

Terkini