Cerita kost horor mahasiswa baru universitas di Jawa Tengah, masalahnya bersumber dari benda ini

- Rabu, 5 Oktober 2022 | 16:18 WIB
ilustrasi kostan horor (unsplash.com/chrstphrjps)
ilustrasi kostan horor (unsplash.com/chrstphrjps)

Hops.ID - Seorang mahasiswa baru bernama Nurul dan sepupunya Sari, beruntung keduanya diterima di universitas yang sama di salah satu kota di provinsi Jawa Tengah.

Pengalaman horor selama indekos dialami mereka pada tahun 2018 silam. Nurul dan Sari bukan berasal dari kota tempat ia menempuh pendidikan tinggi.

Sehingga mereka harus mencari indekos yang dapat memudahkan mereka menjalani perkuliahan.

Singkat cerita, keduanya mencari tempat kost bersama, hingga akhirnya mereka menemukan tempat kost dengan bangungan eksterior yang bagus.

Baca Juga: 6 Film sejarah perang muslim, dari lahirnya Nabi Muhammad SAW sampai penaklukan Konstantinopel

Tempat kost-kostan itu terdiri dari 3 lantai dengan jumlah total 15 kamar. Kebetulan, lantai 1 kostan itu sudah terisi penuh. Tersisa kamar-kamar di lantai 2 dan rooftop di lantai 3, yang biasanya dijadikan tempat untuk menjemur pakaian.

Karena tempat kost bagus dan bersih, tanpa pikir panjang Nurul maupun Sari menetapkan hati untuk menjadi salah satu penghuni kost-kostan itu.

Setelah hampir sebulan resmi tinggal di sana, Nurul dan Sari banyak mengenal penghuni kostan lain. Beberapa di antaranya yang mereka kenal adalah Yuni, Ida, Ani dan Mimi.

Baca Juga: 85 Lebih kata mutiara mahfudzot populer tentang hikmah dan falsafah hidup, bisa dibuat poster motivasi.

Sampai beberapa pekan, kehidupan mahasiswa mereka dihabiskan dengan kegiatan perkuliahan pada umumnya. Tepat di minggu kedua bulan September, salah satu penghuni kostan bernama Mimi, pindah kostan.

Mimi pamit tanpa meninggalkan alasan, sehingga banyak menimbulkan prasangka. Prasangka yang menjadi bahan obrolan anak kost selama beberapa hari pasca Mimi pindah.

Salah satu cerita populer yang dipercaya, dari seseorang yang pernah mendapat cerita dari Mimi, katanya ia sering mendapat gangguan sekitar pukul 2 pagi.

Gangguan-gangguan itu berupa suara kursi yang bergeser, pukulan palu yang kencang, dan suara-suara aneh di luar nalar lainnya.

Baca Juga: Lebih murah daripada detergen bermerek. Begini cara buat sabun dan detergen alami dari buah lerak

Meski cerita-cerita itu belum tentu benar, Nurul yang saat itu kamarnya bersebelahan di samping kamar Mimi, memberi kesaksian bahwa memang setiap jam 2, selalu terdengar Mimi yang sedang membaca Alquran.

Mendengar itu, Nurul hanya berasumsi mungkin memang Mimi terbiasa beribadah dan membaca Alquran di jam-jam itu.

Desas desus lain mengatakan, bahwa selama tinggal di sana, Mimi tidak membereskan pakaiannya ke lemari baju yang telah disiapkan pemilik kost.

Padahal kostan tersebut memfasilitasi lemari pakaian dan tempat tidur di setiap kamarnya.

Setelah beberapa bulan setelah kepergian Mimi, tak ada perasaan janggal atau kejadian mistis dari setiap penghuni kostan, termasuk Nurul yang merasa betah-betah saja.

Baca Juga: Tanaman karnivora pemakan serangga, tanaman hias unik yang bisa menjadi penghuni rumahmu

Meskipun isu-isu minggatnya Mimi sudah agak meredup, beberapa penghuni kostan senior menyarankan anak kost baru untuk menaruh barang di atas lemari, jangan sampai dibiarkan kosong.

Nurul agak menghiraukan saran itu, meskipun ia percaya hal gaib. Asalkan kita tidak mengganggu, mereka pun tidak akan menganggu. Begitu prinsipnya.

Suatu hari, Nurul masih terjaga di jam 2 dan akan segera tidur. Tiba-tiba, seseorang mengetuk pintu kamarnya kencang. Sari tampak di balik pintu dengan wajah yang pucat, ketakutan.

Sari bercerita kepada Nurul, kalau sebelumnya ia mendengar suara orang yang sedang berlari melewati kamarnya. Sampai akhirnya ada seseorang yang mengetuk pintu. Namun karena tak temukan siapa pun, Sari lantas berlari menuju kamar Nurul.

Baca Juga: 2 Cara mudah penghasilkan uang tambahan dari menjual jasa bagi seorang graphic designer

Sambil merasakan kekhawatiran yang sama, Nurul membatin. Pasalnya cerita-cerita penghuni kost beberapa hari ini, horor melulu.

Skeptis pada awalnya, Nurul mengalami kejadian serupa dengan Sari. Tepat jam 2 pagi, Nurul mendengar suara langkah kaki seseorang yang sedang berlari.

Nurul mengabaikan suara suara itu dengan menggunakan earphone untuk meredam suara, mendengarkan lagu dengan keras. Sambil tiduran, nyatanya suara itu makin keras.

Hingga akhirnya terdengar suara ketukan pintu yang membuat mental Nurul pun menciut. Ketukan itu berulang tanpa sahutan suara.

Baca Juga: Wanita diduga dikeroyok oknum Polwan perkara pacar, pak RW yang melerai meninggal di TKP

Tak mau peduli, Nurul bahkan enggan menatap pintu, suara musik di ponselnya dikeraskan. Doa terpanjat dari mulutnya yang kaku sambil berusaha untuk tidur.

Setelah kejadian malam itu, Nurul akhirnya mengakui kalau kostan itu memang horor, sebagaimana sudah dibicarakan para penghuni lain.

Bersyukur karena Nurul bisa bersikap abai, sehingga tak banyak gangguan yang dialami. Dia pun beraktivitas seperti biasanya, lambat laun kejadian itu mudah dilupakan.

Dicuekin Nurul, gangguan itu bergilir ke kamar kostan Yuni dan Ida.

Yuni dan Ida ketika sedang kumpul berdua, keduanya mendengar suara pukulan palu yang terdengar hingga jam 2 pagi, sampai akhirnya berhenti pada jam 4 subuh.

Halaman:

Editor: Cesaria Hapsari

Sumber: YouTube Hirotada Radifan

Tags

Artikel Terkait

Terkini