Intip 4 cara masyarakat Minangkabau memperingati perayaan Maulid Nabi 2022, nomor 3 sampai rebutan

- Jumat, 7 Oktober 2022 | 21:23 WIB
Perayaan Maulid Nabi digelar setiap 12 Rabiul Awal dalam kalender Hijriah. ( Abdullah Shakoor/Pixabay )
Perayaan Maulid Nabi digelar setiap 12 Rabiul Awal dalam kalender Hijriah. ( Abdullah Shakoor/Pixabay )

 

Hops.ID – Perayaan Maulid Nabi digelar setiap 12 Rabiul Awal dalam kalender Hijriah atau pada kalender Masehi jatuh pada Sabtu, 8 Oktober 2022.
 
Sebagai bentuk cinta umat Islam kepada Nabi Muhammad Saw., perayaan Maulid Nabi disambut dengan serangkaian acara tradisional yang dilakukan dari belahan dunia termasuk di Indonesia.  
 
Di Indonesia, perayaan Maulid Nabi umumnya didasarkan pada kebiasaan dan adat istiadat yang berlaku di daerah setempat secara turun temurun.

Maulid Nabi sebagai pengingat bagi umat Islam dengan sosok Nabi Muhammad yang senantiasa menjadi inspirasi paling sempurna dalam menjalani kenyataan dalam kehidupan dunia maupun akhirat.

Baca Juga: Saksi sekaligus korban selamat tragedi Kanjuruhan berujung teror dan intimidasi

Berikut ini adalah beberapa perayaan Maulid Nabi di daerah Sumatra Barat:

1. Bungo Lado

Selain terkenal dengan Tradisi Tabuik, Padang Pariaman juga memiliki sebuah perayaan turun temurun yang dilakukan masyarakat sekitar, yaitu Bungo Lado.

Perayaan Maulid Nabi ini dilakukan dengan cara menghias sebuah pohon yang berdaunkan uang kertas dari berbagai nominal yang ditempel pada ranting-ranting pohon layaknya seperti sebuah pohon cabai.

Uang kertas yang ditempel di pohon tersebut merupakan sumbangan masyarakat penduduk asli maupun perantau dari beberapa jorong atau dusun yang berhasil dikumpulkan oleh pengurus.

Baca Juga: Seramnya hantu cekik yang hebohkan Semarang, bisa berubah jadi hewan hingga balon api menyala

Halaman:

Editor: Ratih Nugraini

Tags

Artikel Terkait

Terkini

7 Kasus pelanggaran pelanggaran HAM di Indonesia

Sabtu, 3 Desember 2022 | 09:56 WIB