Waspada, giliran inflasi Australia melesat ke level tertinggi, terhitung sejak 32 tahun terakhir

- Kamis, 27 Oktober 2022 | 19:47 WIB
Ilustrasi inflasi. (Unsplash/Sara Kurfess)
Ilustrasi inflasi. (Unsplash/Sara Kurfess)

Hops.ID - Inflasi Australia melesat ke level tertinggi sejak 32 tahun terakhir. Hal ini karena biaya pembangunan rumah dan gas melonjak, yang juga memicu tekanan untuk kenaikan suku bunga oleh Bank Sentral Australia.

Data dari Biro Statistik Australia (ABS) pada hari Rabu 26 Oktober 2022 menunjukkan indeks harga konsumen (CPI) melonjak 1,8 persen pada kuartal September, melampaui perkiraan pasar 1,6 persen.

Tingkat tahunan melonjak hingga 7,3 persen, dari 6,1 persen, tertinggi sejak 1990, dan hampir tiga kali lipat laju pertumbuhan upah.

Baca Juga: Parah, harga rumah di Australia anjlok, alami penurunan terbesar dalam 40 tahun

Ukuran inflasi inti yang diawasi ketat, dan rata-rata yang dipangkas, juga naik 1,8 persen pada kuartal tersebut. Bahkan mengangkat laju tahunan menjadi 6,1 persen dan, sekali lagi, jauh di atas perkiraan 5,6 persen.

Hal itu akan menjadi berita yang tidak menyenangkan bagi Reserve Bank of Australia (RBA), yang memperkirakan inflasi inti akan mencapai puncaknya pada 6 persen pada kuartal Desember, dengan CPI mencapai 7,75 persen.

Sebaliknya, analis memperingatkan bahwa inflasi inti pasti akan melonjak lebih jauh pada kuartal ini dengan percepatan CPI [indeks harga bulanan], hal ini diafirmasi ABS [biro statistik Australia] pada bulan September.

Baca Juga: Pemerintah Australia mulai fokus prioritaskan isu krisis iklim, Indonesia mau kapan?

"Hasilnya adalah inflasi CPI akan mendekati 8 persen di Q4," kata Marcel Thieliant, ekonom senior di Capital Economics, dilansir Hops.ID dari Al Jazeera, Kamis 27 Oktober 2022.

Halaman:

Editor: Ratih Nugraini

Sumber: Al Jazeera

Tags

Artikel Terkait

Terkini