Fit

Update Corona Indonesia, kasus positif COVID-19 melonjak hingga 1,3 juta

Update alias informasi terbaru seputar Corona di Indonesia, kini kasus positif COVID-19 mencapai angka 1.314.634 juta pasien. Adapun informasi terbaru yang diupdate situs Covid19.go.id (Kamis, 25 Februari 2021), kasus baru positif COVID-19 bertambah 8.493 jiwa.

Sedangkan kabar gembiranya, yakni pasien positif COVID-19 di Indonesia mengalami peningkatan. Tercatat sampai data terakhir yang dirilis oleh Satgas COVID, angka kesembuhan berada di angka 1.121.411 orang.

Di sisi lain korban yang meninggal dan terkonfirmasi terpapar virus Corona ialah 35.518 jiwa. Berikut update peta persebaran kasus Virus Corona di Indonesia berdasarakan data dari situs Covid19.go.id:

Update Corona Indonesia: Peta persebaran kasus COVID-19

Virus corona jadi pandemi
Ilustrasi virus corona melanda dunia. Photo: Pixabay

Jawa Barat: 2.546 kasus
DKI Jakarta: 1.581 kasus
Jawa Tengah: 820 kasus
Jawa Timur: 556 kasus
Sulawesi Selatan: 423 kasus
Kalimantan Timur: 394 kasus
Banten: 263 kasus
Bali: 263 kasus
DI Yogyakarta: 228 kasus
Nusa Tenggara Timur: 202 kasus
Kalimantan Selatan: 179 kasus
Sumatera Utara: 153 kasus
Riau: 133 kasus
Sumatera Barat: 83 kasus
Sumatera Selatan: 75 kasus
Lampung: 68 kasus
Sulawesi Tengah: 67 kasus
Kalimantan Tengah: 52 kasus
Papua: 51 kasus
Kalimantan Utara: 47 kasus
Bangka Belitung: 45 kasus
Nusa Tenggara Barat: 44 kasus
Papua Barat: 33 kasus
Kalimantan Barat: 32 kasus
Maluku: 30 kasus
Jambi: 28 kasus
Gorontalo: 22 kasus
Sulawesi Utara: 18 kasus
Sulawesi Tenggara: 16 kasus
Bengkulu: 11 kasus
Aceh: 10 kasus
Kepulauan Riau: 8 kasus
Sulawesi Barat: 7 kasus
Maluku Utara: 5 kasus.

Total kasus baru: 8.493

Update informasi Corona Indonesia soal pelarangan penggunaan kalung masker

Kalung Masker
Kalung Masker foto: Istimewa.

Sejak awal pandemi covid-19, menggunakan masker menjadi salah satu upaya yang efektif mencegah penularan virus. Namun setelah hampir 1 tahun berlangsung, saat ini kita sering melihat banyak orang menambahkan aksesoris berupa kalung yang dikaitkan ke tali masker.

Tujuannya agar saat tidak digunakan, seperti makan, masker dapat dilepas dan digantung ke dekat dada.

Rupanya, tren ini disoroti oleh Satgas Covid-19 Indonesia. Ketua Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Covid-19, Brigjen TNI (Purn) dr Alexander K Ginting mengatakan bahwa masker diwajibkan dipakai di luar dan kalau bisa di dalam rumah.

“Bahkan kalau di dalam rumah ada yang terinfeksi, juga wajib menggunakan (masker). Kecuali kalau lagi sendiri di ruangan,” kata dr Alex dalam konferensi pers BNPB di laman youtube BNPN Minggu 21 Februari 2021.

Hal itu karena masker yang digantung justru mampu menyebarkan virus dan bakteri.

“Kalau kita turunkan pakai pengait itu sampai ke bawah, itu akan kena ke hijab, ke baju. Jadi sebenarnya bagian dalam masker itu tidak boleh kontak dengan lain-lain kecuali dengan bagian tubuh,” kata Alex.

Masker, tak seharusnya terlalu sering dilepas-pasang. Saat kita terlalu sering melepas pasang masker, kemungkinan adanya virus menempel di permukaan akan meningkat.

Saat disentuh, tangan yang terkena bagian terkontaminasi akan menularkan virus ke hidung atau mata saat menyentuh wajah.

Hal ini pun disepakati oleh dokter umum yang juga kandidat PhD bidang Medical Science di Kobe University, Adam Prabata.

Dilansir laman Kompas, Adam mengatakan bahwa saat seseorang memakai masker dengan strap atau kalung digantung, maka ada risiko droplets menempel ke area dalam masker dan terjadi kontaminasi silang.

Cara menyimpan masker kotor dan bersih, alih-alih menambahkan tali atau kalung pada masker, Adam menyarankan agar kita menyimpan masker dengan aman dan benar untuk mencegah virus menempel pada masker.

Adam mengimbau kepada masyarakat untuk membuang atau mengganti masker apabila sudah kotor. Sebab, masker yang basah dan kotor dapat menyebabkan kesulitan bernapas dan penurunan efektivitas masker.

“Simpan masker yang sudah basah atau kotor di kantong plastik tertutup. Kemudian, segera cuci masker dengan air dan detergen setelah sampai di rumah untuk menghindari munculnya jamur di masker kain,” ujar Adam pada Kamis 11 Februari 2021.

Itulah update virus Corona di Indonesia, mulai dari data hingga kebiasaan yang ternyata salah kaprah dan dilarang.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close