Trending

Usai berkhianat, kini ada gelagat menteri mundur karena malu dengan Jokowi!

Setelah beberapa waktu lalu, beredar isu pegkhianatan di tubuh menteri kabinet Jokowi-Maruf Amin, kini tersiar pula kabar ada menteri yang mengundurkan diri sebab malu dengan kegagalan Presiden Jokowi.

Pernyataan itu diprediksi dan disampaikan oleh Direktur Gerakan Perubahan, Muslim Arbi.

Muslima Fest

Berbeda dengan pandangan politikus Arief Poyuono yang menyebut ada pengkhianatan, Muslim Arbi justru menilai, ada gelagat dari menteri di kabinet yang mundur lantaran malu dengan kegagalan Presiden Jokowi dalam memimpin.

“Justru para menteri itu bisa jadi anggap Presiden Jokowi sudak tidak dianggap oleh rakyat,” kata Muslim, dikutip Hops dari RMOL pada Minggu, 11 Juli 2021.

Menteri kabinet Jokowi. Foto: Suara.
Menteri kabinet Jokowi. Foto: Suara.

Muslim juga menjelaskan, pengaruh dan gaya kepemimpinan Presiden Jokowi perlahan mulai runtuh lantaran gagalnya mengatasi pandemi Covid-19 dan ekonomi yang semakin anjlok.

“Dua isu itu adalah hal yang sangat penting saat ini. Tapi nampaknya Jokowi gagal atasi dan tangani dua faktor tersebut,” ujarnya.

Oleh sebabnya, kata Muslim, tidak heran banyak lapisan masyarakat yang mulai hilang kepercayaan sehingga mendesak pemerintah, khusunya Presiden Jokowi segera mundur dari jabatannya.

“Akibatnya rakyat hilang kepercayaan sehingga desakan mundur menggema di mana-mana. Mahasiswa, para tokoh dan masyarakat lantang suarakan agar Jokowi mundur sekarang ini juga,” ungkapnya.

Presiden Jokowi marah. Foto: Youtube.
Presiden Jokowi marah. Foto: Youtube. | Jokowi mulai cium ada menteri pengkhianat dan bakal mundur gegara PPKM, siapa dia?

Muslim menuturkan, adanya niatan mundur para menteri Jokowi bisa jadi karena malu dengan sosok pemimpinnya yang telah gagal.

“Bisa jadi niatan mundur para menteri-menteri itu akibat malu atas kegagalan Presiden Jokowi. Dan mundur para menteri adalah konsekuensi logis dari sebuah tanggung jawab atas kegagalan yang ada,” tandasnya.

Jokowi mulai cium ada menteri pengkhianat dan bakal mundur gegara PPKM

Di tengah sulitnya pemerintah lantaran sedang berjibaku dengan pandemi Covid-19 dan kebijakan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) Darurat, Presiden Jokowi dikabarkan sudah mencium aroma-aroma pengkhianat dari jajaran menteri di kabinetnya.

Hal tersebut disampaikan oleh Politikus Partai Gerindra, Arief Poyuono. Dia dengan tegas mengimbau kepada jajaran menteri kabinet Jokowi dan Maruf Amin agar tetap solid mendukung pemerintah dalam mengatasi masa sulit seperti pandemi Covid-19 sekarang ini.

Terlebih dia menilai, ada pihak-pihak yang ingin berkhianat terhadap Presiden Jokowi, khususnya ketika PPKM Darurat ini berjalan.

“Saya berharap jangan ada menteri-menteri di kabinet dan orang-orang lingkaran Jokowi melakukan penghiantan terhadap Jokowi saat pemberlakuan PPKM Darurat dalam penanganan dan penanggulangan Covid 19,” kata Arief Puyuono, dikutip Hops dari Rmol pada Kamis, 8 Juli 2021.

Presiden Jokowi saat membuka acara IIMS 2021. Foto: Hops/Ysft
Presiden Jokowi saat membuka acara IIMS 2021. Foto: Hops/Ysft

Arief kembali menegaskan, agar semua lapisan bisa kompak mengatasi krisis kepercayaan masyarakat serta beban perekonomian yang merupakan dampak dari adanya pandemi Covid-19 di tanah air.

“Semua harus kompak jangan ada yang penghianatan di saat pemerintahan Jokowi sedang masuk dalam keadaan krisis kepercayaan oleh masyarakat dan beban perekonomian yang sangat berat,” ujarnya.

Saat ini sendiri, kondisi pandemi Covid-19 di Indonesia semakin parah. Bahkan daya tampung rumah sakit sudah berada di titik kritis. Banyak orang yang terjangkit virus ini dan membutuhkan perawatan di rumah sakit terpaksa bertahan di rumah-rumah.

Oleh sebabnya dia memberikan masukan kepada para jajaran menteri dan penjabat pemerintah lainnya agar tidak coba-coba mengundurkan diri dan berkhianat kepada Presiden Jokowi.

“Jangan ada yang coba-coba mengundurkan diri hanya karena saat ini Jokowi sedang berat beratnya memimpin bangsa dan negara di saat hantaman pandemik Covid-19,” tegasnya.

Pandemi menyedot anggaran negara sehingga diduga jadi penyebab kuat

Lebih lanjut Arief juga menjelaskan, pandemi sekarang ini telah menyedot anggaran negara untuk diarahkan ke program penanggulangan Covid-19.

Alhasil banyak proyek strategis yang ditunda, yang nilainya ratusan triliunan rupiah. Bagi sebagian menteri dan orang dekat Jokowi, situasi anggaran yang berkurang ini tidak menarik lagi.

Dalam hal ini, menurut Arief sebenarnya Presiden Jokowi telah mencium tanda-tanda ke arah pengkhianatan di kalangan menteri.

“Ada indikasi mulai adanya dugaan benih-benih penghianatan terhadap Jokowi di kabinet Jokowi dan lingkaran Jokowi,” imbuhnya.

Topik

1 Komentar

  1. Semua dana dialokasikan ke penanganan covid. banyak kementrian ga kebagian duit. wajar aja mereka mundur. lha ngapain disitu dah ga ada project lagi.

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close