Trending

Rumus atasi cerai ala Ustaz Adi Hidayat

HOPS.ID – Ustaz Adi Hidayat memberikan wejangan di Youtube bagi mereka yang sedang mengalami masalah rumah tangga, khususnya cerai.

Warganet Indonesia sedang kaget dengan kabar Ustaz Abdul Somad (UAS) yang menceraikan istri keduanya, Mellya Juniarti. Ternyata, UAS sudah mengajukan permohonan cerai tersebut pada pertengahan Juli 2019.

Alasan UAS menceraikan istri keduanya tersebut tidak disampaikan ke publik, sebab hal itu merupkan privasi pasangan tersebut.

Baca Lainnya

  • Masalah perceraian UAS ini sampai menjadi perbincangan populer bagi warganet Tanah Air lho. Bagaimana enggak, topik ‘Somad’ memuncaki trending topic terpopuler Twitter pada Kamis 5 Desember 2019. 

    Nah buat kamu yang sedang dalam persoalan rumah tangga, tak ada salahnya mencermati nasihat dari Ustaz Adi Hidayat (UAH).

    UAH membeberkan Allah memberikan berbagai panduan bagi pasangan yang mengalami masalah rumah tangga. Dalam berbagai surat di Alquran, Allah telah menunjukkan bagaimana menyikapi masalah perceraian ini.

    UAH mengatakan yang namanya rumah tangga tentu dibumbui dengan masalah. Namun banyak pasangan yang kadang tak menyadari hal ini. Cobalah lihat pada surat undangan pernikahan yang disebarkan seorang pasangan muslim. Biasanya mencantumkan Surat Ar-Rum ayat 21 yang artinya sebagai berikut:

    “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir,” (QS Ar Rum:21).

    UAH menjelaskan, ayat ini mengandung semangat sakinah mawaddah warahmah (Samawa). UAS mengatakan, sakinah merupakan ketenangan. Artinya orang berumah tangga menginginkan ketenangan dan kedamaian.

    Dalam bahasa Arab, kata UAS, ketenangan terdapat dua kata yakni sakinah dan tumakninah.

    “Tumakninah adalah ketenangan yang didapatkan lewat ibadah, sedangkan sakinah merupakan ketenangan setelah datang ujian,” jelas UAH.

    Ustaz populer itu menjelaskan, orang Arab mengatakan sakinah sebagai ‘ranting atau pohon akan tenang kalau angin yang menerpa sudah hilang’. Sakinah itu ketenangan yang datang setelah angin menerpa hilang.

    “Saat Anda masuk rumah tangga masuk dalam bahtera akan ada ombak yang didesain untuk memberikan ketahanan terkuat pada diri Anda, pada awak kapal, semua kompak. Begitu bertahan, maka akan ada cerita indah,” ujarnya.

    Selanjutnya, UAH menjelaskan rumus menghadapi permasalahan perceraian yakni tiga surat dalam Alquran.

    Surat Annisa ayat 34

    “Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar,” (QS Annisa: 34).

    Saat muncul masalah dalam pasangan rumah tangga, maka pertama adalah bangunlah komunikasi antar suami dan istri. Kalau belum bisa berkomunikasi, maka saling introspeksi diri baik suami atau istri.

    “Bangunlah komunikasi, duduk dengan sehat. Kalau belum bisa maka tenangkan satu dengan lainnya, tidur pisah. Coba renungkan,” kata UAH.

    Surat Annisa ayat 35

    “Dan jika kamu khawatirkan ada persengketaan antara keduanya, maka kirimlah seorang hakam dari keluarga laki-laki dan seorang hakam dari keluarga perempuan. Jika kedua orang hakam itu bermaksud mengadakan perbaikan, niscaya Allah memberi taufik kepada suami-isteri itu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal,” (QS Annisa: 35)

    Kalau setelah merenung antara suami dan istri belum mendapatkan solusi dan merasa khawatir terjadi syikok (persengketaan/perpecahan), maka sesuai dengan ayat ke-35, maka pasangan muslim disarankan untuk mencari solusi kepada hakam atau orang bijak, sebelum menuju kepada hakim di pengadilan. 

    Siapa orang yang masuk kategori hakam? UAH menjelaskan bisa anggota keluarga masing-masing dari suami atau istri, yang dinilai bijak dan bisa memberikan solusi rumah tangga. Wali nikah juga merupakan salah satu pihak yang bisa menjadi rujukan solusi. Wali fungsinya tak sekadar mengakadkan nikah, tapi membimbing dalam rumah tangga.

    “Dua sisi bertemu. Yang suami dari keluarganya demikian juga dari istri. Kalau nggak ketemu solusi, bisa cari hakam dari pihak lain, misalnya ustaz. Awas bukan ustaz yang membahas masalah orang lain,” kata dia.

    Surat Al Baqarah ayat 226 sampai 240

    Dalam rangkaian ayat ini, muslim diperintahkan untuk teliti dan hati-hati betul dalam masalah cerai. UAH menjelaskan, syariat cerai atau talak asalnya bukan bertujuan memisahkan tapi sejatinya memberikan jeda paling akhir untuk suami dan istri kembali merenungkan rumah tangga mereka.

    Makanya dalam ketentuan, talak pertama disebut dengan talak raj’i atau talak yang memungkinkan pasangan bisa rujuk atau kembali untuk bersatu.

    Dalam ayat 226, Allah memerintahkan pasangan muslim, jika sudah jatuh talak, maka hendaknya betul-betul direnungkan kembali.

    “Kalau jatuh talak pada perempuan, ayat ke 226, maka muncul pada perempuan itu masa menunggu kali masa suci,” kata UAH.

    Dalam masa tunggu ini, bukan beraarti menunggu berpisah tapi kesempatan kedua pihak untuk saling merenung dalam tiga kali masa suci sang istri. 

    “Dalam masa ini, suami dan keluarga minta pertimbangkan lagi, saling mendorong berikan solusi,” jelas Ustaz Adi Hidayat. (ANN)

    loading...
    Topik

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Back to top button
    Close