Fit

Beredar penelitian vaksin covid-19 bisa memperbesar kelamin pria? Ini faktanya

Vaksin covid-19 sudah di depan mata. Beberapa waktu lalau Pemerintah RI mengumumkan vaksin covid-19 besutan perusahaan China, Sinovac sudah didistribusikan ke 34 provinsi di Indonesia.

Meski telah siap, namun vaksin tersebut belum bisa diedarkan karena menunggu persetujuan beberapa instansi seperti Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) hingga Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Dengan adanya vaksin ini diharapkan mampu memulihkan kondisi Indonesia sepanjang corona. Sayangnya, meski jadi harapan banyak orang, vaksinasi oleh pemerintah RI masih menjadi kontroversi. Tak cuma soal keamanan dan efektivitasnya, banyak masyarakat yang meragukan vaksin buatan China ini dibanding dengan vaksin buatan negara lain.

Berbagai isu soal vaksin beredar, salah satunya disebutkan bahwa vaksin covid bisa memicu membesarnya alat kelamin pria (penis).

Ilustrasi vaksin COVID-19. Foto: Dimitri Houtteman
Ilustrasi vaksin COVID-19. Foto: Dimitri Houtteman

Sebuah unggahan beredar di Facebook berupa gambar tangkapan layar “breaking news” siaran televisi berjudul “Vaksin COVID-19 Memperbesar Ukuran Penis” (COVID Vaccine Enlarges Penis!).

Di bawah judul tersebut terdapat tulisan “Penelitian menunjukkan rata-rata panjang meningkat 23 persen”.

Benarkah vaksin covid dapat memperbesar atau memperpanjang ukuran penis?

Dilansir laman ANTARAnews, menurut pemeriksa fakta pesacheck.org, unggahan yang beredar di Facebook adalah hoaks.

Foto itu pertama kali dibuat dengan menggunakan “Break Your Own News” dengan tujuan parodi saja. “Break Your Own News” adalah situs untuk membuat meme yang menggunakan format “breaking news”.

Pengguna dengan mudah tinggal menempelkan foto serta membuat judul sesuai yang diinginkan.

Situs itu juga telah mengingatkan pengguna untuk berhati-hati atas apa yang dibuat dan kemungkinan unggahan tersebut dibagikan.

“Anda harus menghindari hal-hal yang melanggar hukum, memfitnah, atau cenderung menimbulkan kesulitan. Bersenang-senanglah dan bersikaplah baik! ” tulis situs web tersebut. Karenanya, isu tersebut bisa dibilang tidak benar.

Vaksin covid-19 terutama yang beredar di Indonesia dipastikan aman

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito mengatakan Vaksin COVID-19 yang akan diberikan kepada masyarakat Indonesia dipastikan memenuhi standar keamanan dan lolos uji klinis.

Oleh sebab itu masyarakat diharapkan tenang dan tidak gampang percaya dengan isu miring soal keamanan vaksin.

Prof Wiku mengatakan akhir-akhir ini masih beredar informasi simpang siur mengenai vaksin yang dapat menimbulkan keresahan. Dengan tegas ia menerangkan vaksin COVID-19 di Indonesia dipersiapkan dengan matang.

“Saya ingin menghimbau agar masyarakat tidak resah dan khawatir, karena pemerintah pasti akan menyediakan vaksin yang terbukti aman dan lolos uji klinis sesuai rekomendasi WHO (World Health Organization),” ujar Wiku dilansir dari laman covid19.go.id.

Sampel vaksin COVID-19 nonaktif di Sinovac Biotech Ltd., yang berada di Beijing.
Sampel vaksin COVID-19 nonaktif di Sinovac Biotech Ltd., yang berada di Beijing, China, 11 April 2020. Foto ANTARA Xinhua/Zhang Yuwei/pras)

Wiku menyampaikan WHO optimis para peneliti bisa mengembangkan vaksin COVID-19 yang aman dan efektif menghentikan penyebaran penyakit. Saat ini, ada beberapa jenis vaksin yang sudah masuk uji klinis fase 3 dan berpeluang bisa segera diproduksi massal.

Pemerintah Indonesia, kata Wiku, sedang mengakselerasi persiapan logistik dan SDM untuk persiapan vaksin COVID-19. Ia mengatakan mekanisme distribusi vaksin dibuat berdasarkan urutan prioritas. Kelompok berisiko serta penduduk dengan risiko wilayahnya menjadi target awal pemberian vaksin.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close