Trending

Vaksin covid-19 cara pembunuhan massal, Ksatria nusantara turun tangan

Di tengah langkah pemerintah menekan tingginya kasus covid-19, dengan langkah memberikan vaksin kepada masyarakat. Justru muncul penilaian jika vaksin covid-19 merupakan proses pembunuhan massal, yang diungkap KH Muhammad Najih maimoen.

Ulama yang dikenal sebagai putra dari almarhum mbah Moen tersebut, menilai jika vaksin covid-19 yang sedang gencar diberikan pemerintah kepada masyarakat dinilai sebagai langkah untuk melakukan pembunuhan massal.

Hal tersebut diunkapkan Gus Najih Dalam video yang diunggah melalui akun Yutubenya. Dalam video tersebut, tampak Gus Najih Maimoen mengatakan bahwa Pemerintah Indonesia telah mendukung pembantaian massal.

Ilustrasi vaksin. Foto: Antara
Ilustrasi vaksin covid-19. Foto: Antara

Menurut Najih, hal itu lantaran Pemerintah RI saat ini sudah dikuasai dan dijajah oleh pihak asing yakni China.

China, kata Najih, memang berniat ingin menguasai Indonesia.

Tak hanya itu, negeri Tiongkok tersebut menurutnya juga hendak menggantikan orang pribumi di Tanah Air dengan warga mereka.

“Tadi sudah ada video, (Pemerintah) Indonesia mendukung pembantaian massal. Ini berarti Indonesia dijajah China. Memang China kepengen menguasai Indonesia, ingin menggantikan orang pribumi diganti dengan mereka,” ungkap Gus Najih.

Gus Najih
Gus Najih outra mbah Moen Foto: Youtube

Gus Najih Maimoen pun dengan blak-blakan menyebut bahwa China yang telah menguasai Pemerintah RI hendak membantai rakyat Indonesia namun tidak melalui jalur perang, melainkan lewat vaksin Covid-19.

“Mau Dibantai kita. Tidak lewat perang tapi lewat vaksin,” ujarnya.

Ksatria Nusantara turun tangan soal vaksin covid-19 pembunuhan massal

Akibat video dengan pernyataan yang kontroversial tersebut Barisan Ksatria Nusantara langsung turun tangan dan melaporkan Gus Najih Maimoen ke Polda Jateng. Menanggapi kabar tersebut, Muannas Alaidid menjelaskan, pelaporan terhadap putra ulama kondang KH Maimoen Zubair atau Mbah Maimun itu perlu dilakukan.

Muannas beranggapan, Gus Najih Maimoen telah menyebarkan berita bohong dan berpotensi memecah belah persatuan.

Presiden RI Joko Widodo meninjau pelaksanaan vaksinasi walk in di RSUI, Depok, Jawa Barat, Rabu (9/6/2021). Foto: Humas RSUI
ilustrasi vaksin covid-19 Foto: Humas RSUI

“Alhamdulilah Gus Najih Maimun akhirnya resmi dilaporkan BKN (Barisan Ksatria Nusantara) dugaan menyebarkan berita bohong yang memecah belah dengan menyebut Pemerintah RI mendukung pembantaian massal lewat vaksin covid, sekaligus tuduhan membabi buta lainnya terhadap PBNU,” ungkap Muannas Alaidid di Twitter pribadinya, Sabtu (17/7/2021).

Lewat cuitan lainnya, Muannas menyebutkan pelaporan itu lebih spesifik terkait pernyataan Gus Najih soal skenario pembunuhan massal dengan vaksin covid-19.

“Mendukung dilaporkan BUKAN krn tuduhan china kuasai indonesia tapi HOAX soal Pemerintah RI lakukan skenario pembunuhan massal lewat vaksin covid. ini yang bahaya,” tulisnya.

Ia mndesak polisi agar memproses laporan tersebut bahkan kalau perlu menangkap Gus Najih.

“Beliau harus dipanggil kalo perlu tangkap aja sikapnya belakangan ini sangat jauh dari ulama panutan NU Mbah maimun & kiai NU lainnya, saya pribadi mendukung proses hukum terhadapnya @divisihumaspolri,” imbuhnya.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close