Fit

Viral vaksin COVID-19 dapat merusak DNA seseorang, benarkah?

Kematian seorang relawan uji coba vaksin covid-19 di Brasil memunculkan kekhawatiran tentang vaksin covid-19. Beberapa waktu lalu produk vaksin yang dikembangkan Oxford dan AstraZeneca memicu korban.

Laman Bloomberg menyebut bahwa otoritas kesehatan Brasil yaitu Anvisa mengungkap kasus tewasnya relawan vaksin AstraZeneca. Meski tidak disebutkan detail penyebab kematiannya, namun kekhawatiran kadung menyeruak.

Baca juga: Skenario vaksin tak halal, Maruf Amin: Insya Allah bukan jalan darurat

Apalagi di Indonesia mulai November 2020 vaksin yang diproduksi perusahaan China Sinopharm yang bekerjasama dengan Kimia Farma, direncanakan siap edar bagi petugas medis dan garda depan yang berhadapan langsung dengan covid-19.

Ilustrasi vaksin COVID-19. Foto: Dimitri Houtteman
Ilustrasi vaksin COVID-19. Foto: Dimitri Houtteman

Terkait dengan itu, tidak sedikit isu yang beredar mengenai vaksin.

Beberapa waktu lalu sebuah unggahan beredar di media sosial Facebook dan Instagram dan menyatakan vaksin COVID-19 dapat merusak asam deoksiribonukleat (DNA) sebagai penyusun gen di dalam inti sel seseorang.

Tidak disebutkan vaksin jenis apa yang dimaksud, namun unggahan tersebut mengklaim seorang ahli osteopati bernama Dr. Carrie Madej, D.O telah memberikan penjelasan potensi kerusakan DNA yang disebabkan oleh vaksin COVID-19.

Disebutkan bahwa kerusakan DNA itu mengacu pada alasan vaksin yang dikembangkan mengandung kode genetik sintesis dari virus SARS-CoV-2 dan tidak seperti vaksin tradisional lainnya.

Unggahan tersebut juga menyebutkan vaksin yang dikembangkan itu belum pernah digunakan pada manusia sebelum uji coba baru-baru ini.

Unggahan tersebut pun menyertakan video berdurasi lima menit 39 detik tentang penjelasan Dr. Carrie Madej mengapa vaksin dapat merusak DNA.

Hal itu tentu meresakhan masyarakat. Namun, benarkah vaksin COVID-19 dapat merusak DNA?

Nyatanya hal itu dia terbukti. Dilansir laman ANTARAnews, vaksin COVID-19 dapat merusak DNA seseorang adalah klaim yang salah.

Video Carrie Madej sebelumnya telah beredar di Inggris pada Juli 2020. Video itu pertama kali diunggah di YouTube pada Juni 2020 dan telah beredar di Amerika Serikat, Inggris, dan negara lainnya.

Ilustrasi vaksin Covid-19
Ilustrasi vaksin Covid-19. Foto Instagram @consciouslifenews

Mengutip artikel penjelasan BBC berjudul “Coronavirus: False and misleading claims about vaccines debunk”, yang disiarkan pada 25 Juli 2020, adalah klaim salah jika vaksin akan mengubah DNA penerima.

Baca juga: Akhirnya bicara, Terawan: Vaksin yang keluar untuk golongan tertentu saja

Artikel itu menyebutkan ada sekitar 25 kandidat vaksin yang sedang uji klinis di dunia mengacu data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Tapi, tidak ada satu pun dari vaksin tersebut yang mengubah DNA manusia.

Vaksin-vaksin tersebut dirancang untuk memicu respons kekebalan tubuh dengan melatih tubuh untuk mengenali dan melawan virus.

Carrie Madej juga telah membuat klaim palsu lainnya dengan mengatakan uji coba vaksin “tidak mengikuti protokol ilmiah apa pun untuk memastikan hal itu aman”.

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close